Laporkan Masalah

PERAN JARINGAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN LINGKUNGAN PADA PEMBANGUNAN DI KAWASAN KEBUN TEH KEMUNING, KARANGANYAR, JAWA TENGAH

Muhammad Rofi'ud Muta'al, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, M.Si.

2025 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi peran jaringan masyarakat lokal dalam mewujudkan keadilan lingkungan di kawasan kebun teh kemuning Kabupaten Karanganyar. Pembangunan di Kawasan Kebun Teh Kemuning oleh Pemegang Hak Guna Usaha dan Pengembang memberikan dampak negatif bagi masyarakat secara dampak lingkungan, dampak sosial, dan dampak ekonomi, Dampak yang dirasakan seperti terganggunya sumber air masyarakat, peningkatan resiko bencana, penurunan pendapatan masyarakat, dan lain sebagainya. Masyarakat sebagai pemeran utama memiliki peran penting dalam mencapai keadilan lingkungan di kawasan kebun teh tersebut dan mengurangi dampak buruk dari pembangunan yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan teori peran yang dikembangkan dalam konsep peran jaringan masyarakat dan dihubungkan dengan upaya pencapaian konsep Keadilan Lingkungan menurut Kuehn (2000) yang dibagi menjadi empat konsep, Keadilan Distributif, Keadilan Prosedural, Keadilan Korektif, dan Keadilan Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan 11 informan yang terdiri dari berbagai latar belakang dan data sekunder dari berita, jurnal, dan sumber peraturan daerah. Teknik analisis yang digunakan merupakan analisis tematik dengan menggunakan bantuan software Nvivio. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dalam merespon ketidakadilan yang ada di Kawasan Kebun Teh Kemuning, masyarakat membentuk jaringan yang menjalankan peran strategis melalui koalisi, advokasi, pengorganisasian, pembangunan jaringan formal, dan peningkatan kapasitas. Gerakan ini bertujuan memperjuangkan keadilan lingkungan dalam empat dimensi sebagaimana dalam buku Kuehn (2000) yang terdiri dari keadilan prosedural, distributif, korektif, dan sosial. Melalui kolaborasi lintas aktor dan berbagai strategi aksi, masyarakat berupaya menempatkan diri sebagai subjek aktif dalam proses pembangunan yang adil dan berkelanjutan, tidak hanya sebagai objek pembangunan.

This study aims to analyze and identify the role of local community networks in realizing environmental justice in the Kemuning tea plantation area, Karanganyar Regency. Development in the Kemuning Tea Plantation Area by Land Use Rights Holders and Developers has negative impacts on the community in terms of environmental impacts, social impacts, and economic impacts. The impacts felt include disruption of community water sources, increased disaster risks, decreased community income, etc. The community, as the leading actor, has an important role in achieving environmental justice in the tea plantation area and reducing the negative impacts of the development carried out. This study uses the role theory developed in the role of community networks. It is linked to efforts to achieve the concept of Environmental Justice, according to Kuehn (2000), which is divided into four concepts: Distributive Justice, Procedural Justice, Corrective Justice, and Social Justice. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews with 11 informants of various backgrounds and secondary data from news, journals, and local regulatory sources. The analysis technique used is thematic analysis with the help of Nvivio software. The study results show that in responding to the injustice in the Kemuning Tea Plantation Area, the community formed a strategic network through coalitions, advocacy, organizing, building formal networks, and increasing capacity. This movement aims to fight for environmental justice in four dimensions, as in Kuehn’s book (2000), which consists of procedural, distributive, corrective, and social justice. Through cross-actor collaboration and various action strategies, the community seeks to position itself as an active subject in a fair and sustainable development process, not only as an object of development.

Kata Kunci : Dampak Pembangunan, Gerakan Masyarakat, Keadilan Lingkungan, Ketimpangan Pembangunan, Peran Jaringan Masyarakat

  1. S2-2025-525886-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525886-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525886-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525886-title.pdf