Laporkan Masalah

Faktor-Faktor yang Memengaruhi ESG Decoupling: Bukti Empiris Perusahaan Non-Keuangan di Indonesia

Agustiningsi Venimelani Un, Zuni Barokah, S.E., M.Comm., Ph.D., CA.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Fenomena ESG decoupling atau ketidaksesuaian antara pengungkapan dan kinerja ESG perusahaan telah menjadi isu yang semakin relevan dalam praktik keberlanjutan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh dari tata kelola perusahaan terhadap ESG decoupling, dengan fokus penelitian pada keberagaman gender dalam dewan, keberadaan CEO perempuan, keberadaan komite keberlanjutan, dan struktur kepemilikan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017–2023. ESG decoupling diukur melalui selisih antara skor pengungkapan ESG dari Bloomberg dan skor kinerja ESG dari Refinitiv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman gender dalam dewan, keberadaan CEO perempuan, serta keberadaan komite keberlanjutan berpengaruh negatif terhadap ESG decoupling, yang berarti dapat mengurangi kesenjangan antara pengungkapan dan kinerja ESG. Temuan ini mendukung pentingnya penguatan tata kelola perusahaan sebagai mekanisme untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keberlanjutan, serta memberikan kontribusi konseptual terhadap literatur ESG dari perspektif negara berkembang.

The phenomenon of ESG decoupling—referring to the gap between ESG disclosure and actual ESG performance—has gained growing attention in corporate sustainability practices in Indonesia. This study aims to empirically examine the influence of corporate governance on ESG decoupling by focusing on board gender diversity, the presence of a female CEO, the existence of a sustainability committee, and ownership structure. Employing a quantitative approach, this research analyzes non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2017 to 2023. ESG decoupling is measured by the difference between ESG disclosure scores from Bloomberg and ESG performance scores from Refinitiv. The results reveal that board gender diversity, the presence of a female CEO, and the existence of a sustainability committee negatively affect ESG decoupling, indicating their role in reducing inconsistencies between ESG commitments and actual implementation. These findings emphasize the importance of strengthening corporate governance mechanisms to enhance transparency and accountability in sustainability reporting and contribute conceptually to the ESG literature from the perspective of a developing country.

Kata Kunci : ESG decoupling, keberagaman gender, komite keberlanjutan, kepemilikan pemerintah

  1. S2-2025-524693-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524693-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524693-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524693-title.pdf