Laporkan Masalah

Praktik Penerapan Etika dan Prinsip Permakultur Pada Masyarakat Pra-Sejahtera di Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor

Rais Nur Arief, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si.; Prof. Dr. Ignasius Loyola Setyawan Purnama, M.Si.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Perkuatan ketahanan pangan di kalangan masyarakat pra-sejahtera merupakan pondasi dasar yang memberikan harapan hidup yang lebih tinggi dan berpotensi meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara berkesinambungan. Salah satu metode yang sedang menjadi sorotan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan adalah dengan penerapan praktik permakultur. Dalam konteks ini, praktik permakultur hadir sebagai pendekatan holistik yang tidak hanya menawarkan solusi pertanian berkelanjutan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan berbasis etika dan prinsip hidup selaras dengan alam. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai praktik permakultur dalam pengelolaan lingkungan di Desa Parung Panjang, menganalisis pengaruh penerapan etika dan prinsip permakultur terhadap perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pra-sejahtera, serta mengevaluasi perbedaan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah program dijalankan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif naturalistik dengan strategi eksploratif, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penggagas program, warga penerima manfaat, dan perangkat desa, serta dokumentasi langsung kegiatan komunitas. Analisis dilakukan secara induktif untuk membangun pemahaman mendalam terhadap fenomena yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik permakultur telah diterapkan secara aktif dalam kegiatan berkebun, pengelolaan ternak, pengomposan, pemanenan air hujan, dan pemilahan sampah, yang seluruhnya melibatkan partisipasi warga pra-sejahtera. Penerapan ini membawa perubahan positif berupa peningkatan kesadaran lingkungan, terbentuknya kohesivitas sosial yang lebih kuat, serta efisiensi dalam pengeluaran harian. Dari sisi lingkungan, terjadi pengurangan signifikan terhadap penggunaan pupuk kimia dan volume sampah plastik. Temuan ini menegaskan bahwa praktik permakultur dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat ketahanan pangan, membangun kemandirian komunitas, serta memperbaiki kualitas lingkungan secara berkelanjutan di kalangan masyarakat rentan.

The strengthening of food security among underprivileged communities serves as a fundamental foundation that enhances life expectancy and holds the potential to sustainably improve overall quality of life. One emerging approach gaining attention in efforts to bolster food resilience and promote environmental stewardship is the implementation of permaculture practices. In response to these challenges, permaculture has emerged as a holistic approach that integrates sustainable agriculture with community empowerment and ecological awareness. This study aims to provide a comprehensive overview of permaculture practices in environmental management in Parung Panjang Village, to analyze the influence of permaculture ethics and principles on the socio-economic dynamics of underprivileged communities, and to assess environmental and social changes before and after program implementation. A naturalistic qualitative approach with an exploratory strategy was employed, involving direct field observations, in-depth interviews with program initiators, program participants, and local authorities, as well as documentation of related community activities. Data were analyzed inductively to build a deep understanding of the observed phenomena. The results indicate that permaculture practices such as garden design, livestock management, composting, rainwater harvesting, and waste separation have been actively implemented with strong community participation. These practices have led to positive transformations, including increased environmental awareness, stronger social cohesion, and improved household economic efficiency. Environmentally, notable improvements were observed in reduced use of chemical fertilizers and pesticides, lower quantities of organic waste, and decreased plastic waste through proper sorting. These findings demonstrate that permaculture is an effective strategy for enhancing food resilience, fostering community self-reliance, and promoting sustainable environmental management among vulnerable populations. 

Kata Kunci : Permakultur, Masyarakat Pra-Sejahtera, Ketahanan Pangan, Pengelolaan Lingkungan, Pendekatan Kualitatif

  1. S2-2025-513800-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513800-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513800-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513800-title.pdf