Desentralisasi Pemrograman Televisi Publik Daerah Pasca Digitalisasi Penyiaran (Studi Kasus TVRI Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2022 - 2024)
Saqina Fanky Nuraini, Dr. Rahayu, S.I.P., M.Si., M.A
2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Digitalisasi penyiaran mendorong munculnya desentralisasi pemrograman yang mengubah cara TVRI daerah beroperasi. Pemisahan kanal siaran digital memberikan ruang lebih luas bagi TVRI daerah untuk mengelola program lokalnya secara mandiri. Hal itu diperkuat dengan klausul pada Pedoman Pelaksanaan Kebijakan Redaksional yang menyiratkan adanya desentralisasi pemrograman. Namun TVRI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menghadapi perdebatan internal terkait implementasi desentralisasi pemrograman. Antara mendorong pelaksanaan siaran lokal selama 24 jam penuh, ataukah tetap bergantung pada siaran relay dari pusat. Selama ini TVRI DIY menjadi proyek percontohan karena memiliki keunggulan dalam penyelenggaraan program siarannya, yang dibuktikan melalui capaian berbagai penghargaan dan predikat juara secara konsisten setiap tahun dalam ajang Gatra Kencana. Alasan tersebut menjadi latar belakang dipilihnya TVRI DIY sebagai lokus penelitian. Mengacu pada strategi pemrograman oleh Tsourvakas, serta prinsip lembaga penyiaran publik dan organisasi media McQuail, penelitian ini bertujuan untuk memahami berbagai perspektif yang mempengaruhi desentralisasi pemrograman di TVRI DIY baik pada siaran terrestrial maupun media baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi desentralisasi baik siaran terrestrial maupun media baru lebih bersifat teknologis dalam aspek distribusi siaran dan belum diiringi dengan kemampuan dalam menjalankan strategi pemrograman secara sistematis. Kurangnya kapasitas struktur pendukung pemrograman seperti alokasi anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM), serta sentralisasi editorial turut menjadi penghambat efektifitas implementasi desentralisasi. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi TVRI DIY dalam menghadapi tantangan desentralisasi pemrograman. Secara akademis, penelitian ini menjadi referensi terakit kajian desentralisasi pemrograman, khususnya dalam konteks televisi publik daerah pasca digitalisasi penyiaran.
The digitization of broadcasting has led to the emergence of decentralized programming, which has changed the way regional TVRI stations operate. The separation of digital broadcast channels has given regional TVRI stations more freedom to manage their local programming independently. This is reinforced by a clause in the Editorial Policy Implementation Guidelines that implies decentralized programming. However, TVRI in the Special Region of Yogyakarta (DIY) is still facing internal debates regarding the implementation of decentralized programming. The debate centers on whether to push for 24-hour local broadcasting or to remain dependent on relay broadcasts from the central office. To date, TVRI DIY has served as a pilot project due to its strengths in program production, as evidenced by consistent awards and titles at the Gatra Kencana competition each year. This rationale forms the basis for selecting TVRI DIY as the research focus. Drawing on Tsourvakas' programming strategy, as well as the principles of public broadcasting institutions and media organizations outlined by McQuail, this study aims to understand the various perspectives influencing programming decentralization at TVRI DIY, both in terrestrial broadcasting and new media. This study uses a qualitative approach with a case study method. The findings of this study indicate that the decentralization of both terrestrial broadcasting and new media is more technological in nature in terms of broadcast distribution and has not been accompanied by the ability to implement programming strategies systematically. The lack of capacity in programming support structures, such as budget allocation and human resources (HR), as well as editorial centralization, also hinders the effectiveness of decentralization implementation. Practically, this study provides recommendations for TVRI DIY in addressing the challenges of programming decentralization. Academically, this study serves as an reference related to the study of programming decentralization, particularly in the context of regional public television post-broadcasting digitization.
Kata Kunci : desentralisasi, pemrograman, TVRI, digitalisasi, publik