Strategi Pelestarian Kampung Kemlayan, Surakarta, dengan Pendekatan Historic Urban Landscape
Darumas Rismanu Andang Harjono, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA
Kampung Kemlayan di Kota Surakarta merupakan kawasan bersejarah yang sejak masa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat difungsikan sebagai hunian para abdi dalem seniman, khususnya penabuh gamelan dan penari. Seiring perkembangan kota, kawasan ini mengalami tekanan modernisasi, alih fungsi lahan, serta menurunnya pelestarian nilai budaya sehingga identitas fisik dan nonfisiknya semakin rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur pembentuk identitas Kampung Kemlayan dan tingkat kerentanannya, serta merumuskan strategi pelestarian yang adaptif terhadap dinamika perkotaan. Penelitian dilakukan di blok timur Kelurahan Kemlayan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, studi literatur, kuesioner, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis menggunakan pendekatan Historic Urban Landscape (HUL) yang mengintegrasikan aspek pelestarian budaya dengan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Kampung Kemlayan terbentuk dari unsur fisik permukiman, aktivitas sosial-budaya, nilai historis, serta simbolik kawasan. Namun, seluruh unsur tersebut menghadapi ancaman akibat perubahan fungsi, tekanan ekonomi, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Strategi pelestarian yang dirumuskan mencakup pelindungan elemen warisan yang rentan, pengembangan seni pertunjukan untuk memperkuat identitas, pemanfaatan kawasan sebagai destinasi wisata budaya, serta pengelolaan kolaboratif antar pemangku kepentingan. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan rencana strategis untuk menjaga keberlanjutan identitas Kampung Kemlayan sekaligus mendukung pengembangan kota yang berkelanjutan.
Kampung Kemlayan in Surakarta is a historic settlement that has long served as the residence of royal servant artists, particularly gamelan musicians and dancers, since the era of the Surakarta Hadiningrat Palace. The area has increasingly faced pressures from urban development, land use conversion, and declining cultural preservation, which threaten both its physical and intangible identities. This study aims to identify the elements shaping Kampung Kemlayan’s identity, evaluate their vulnerabilities, and develop preservation strategies adaptive to urban dynamics. Research was conducted in the eastern block of Kemlayan Subdistrict using a descriptive qualitative approach, combining observation, interviews, literature review, questionnaires, and Focus Group Discussion (FGD). Analysis was guided by the Historic Urban Landscape (HUL) framework, integrating heritage conservation with sustainable urban development. Findings show that the area’s identity is defined by its physical settlement patterns, socio-cultural activities, historical values, and symbolic meanings. These elements, however, are increasingly vulnerable due to functional changes, economic pressures, and limited community awareness. Proposed strategies include safeguarding at-risk heritage elements, promoting performing arts to reinforce local identity, leveraging the area for cultural tourism, and fostering collaborative management among stakeholders. The study offers a strategic framework to maintain Kampung Kemlayan’s unique identity while supporting sustainable urban development.
Kata Kunci : Kampung Kemlayan, identitas kawasan, pelestarian warisan budaya, Historic Urban Landscape.