ANALISIS RISIKO RANTAI PASOKAN PADA UD PERKEBUNAN KOPI SUKAHURIP
Angga Adhdhuha Achmad, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, MBA., MPM., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Industri kopi merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, baik melalui ekspor, penciptaan lapangan kerja, maupun peningkatan pendapatan masyarakat. Namun, rantai pasok kopi memiliki tantangan tinggi karena sifat produk yang mudah rusak dan ketergantungan pada faktor alam. UD Perkebunan Kopi Sukahurip di Jawa Barat merupakan salah satu pelaku utama dalam pengelolaan hasil panen kopi rakyat dan distribusi biji kopi ke pasar domestik dan ekspor.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko dan sumber risiko dalam rantai pasokperusahaan, serta merancang strategi mitigasi yang tepat guna meningkatkan efisiensi dan keberlangsungan bisnis.
Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan kuesioner kepada pihak internal perusahaan. Proses analisis dilakukan dengan pendekatan Supply Chain Operations ReferenceDigital Standard (SCOR DS) versi 14.0 untuk pemetaan aktivitas, serta metode House of Risk (HOR) tahap 1 dan 2 untuk identifikasi risiko dan rancangan usulan mitigasi.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 kejadian risiko dan 18 sumber risiko, dengan 10 sumber risiko prioritas utama yang diidentifikasi berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP). Strategi mitigasi kemudian dirumuskan dengan mempertimbangkan keefektifan dan tingkat kesulitan implementasi. Terdapat 16 rancangan usulan strategi tindakan mitigasi risiko yang direkomendasikan dengan lima usulan mitigasi prioritas yang dipilih yaitu, memberikan pelatihan kepada operator soal tentang optimal suhu (missal 18-25C),menempatkan sensor suhu & kelembapan di ruang penyimpanan dan ruang pengering, melakukan evaluasi serta memberikan pengarahan sebelum memulai pekerjaan dan menerapkan sistem reward dan punishment kepada tenaga kerja, menyiapkan SOP ventilasi aktif-pasif untuk gudang dan rumah jemur, Menyusun jadwal perawatan mesin. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan adaptif terhadap risiko.
The coffee industry is a strategic sector that contributes significantly to Indonesia’s economy through exports, job creation, and increased community income. However, the coffee supply chain faces major challenges due to the perishable nature of the product and its dependency on natural factors. UD Perkebunan Kopi Sukahurip, located in West Java, plays a key role in managing the harvest of smallholder coffee farmers and distributing green beans to both domestic and international markets. This study aims to identify risk events and risk agents within the company’s supply chain, and to design appropriate mitigation strategies to improve business efficiency and sustainability.
The research employs a mixed-method approach with a descriptive design, combining qualitative and quantitative data. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and questionnaires with internal company stakeholders. Activity mapping was conducted using the Supply Chain Operations Reference Digital Standard (SCOR DS) version 14.0, while risk identification and mitigation strategy formulation were carried out using House of Risk (HOR) stages 1 and 2.
The results identified 18 risk events and 18 risk agents, with 10 key risk agents prioritized based on their Aggregate Risk Potential (ARP) values. A total of 16 mitigation strategies were proposed, of which five were prioritized: providing operator training on optimal temperature ranges (e.g., 18–25°C), installing temperature and humidity sensors in storage and drying areas, conducting evaluations and briefings prior to work, implementing a reward and punishment system for workers, preparing SOPs for active-passive ventilation in warehouses and drying houses, and scheduling machine maintenance. These findings are expected to serve as a reference for the company in building a more resilient and adaptive supply chain.
Kata Kunci : Supply chain operations reference digital standard, house of risk, rantai pasok, manajemen risiko, perkebunan kopi.