PREVALENSI DAN EVALUASI KLINIS INFEKSI SALURAN KEMIH DISEBABKAN ENTEROBACTERIACEAE PENGHASIL AMPC ?-LAKTAMASE
Dea Fiesta Jatikusuma, Osman Sianipar; Windarwati
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Patologi Klinik
Latar belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi bakterial yang paling sering disebabkan oleh Enterobacteriaceae, seperti E. coli, K. pneumoniae, dan P. mirabilis. Penanganan ISK memerlukan terapi antibiotik, namun peresepan yang tidak tepat dapat memicu resistensi antibiotik. AmpC ?-laktamase merupakan salah satu enzim yang prevalensinya cenderung meningkat pada Enterobacteriaceae.
Tujuan: Menganalisis prevalensi dan evaluasi klinis ISK yang disebabkan Enterobacteriaceae penghasil AmpC ?-laktamase.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di Instalasi Laboratorium Terpadu RSUP Dr. Sardjito. Populasi penelitian adalah pasien yang memiliki hasil pemeriksaan kultur urin dengan angka kuman ?10^5 CFU/mL, yang disebabkan oleh salah satu bakteri E. coli, K. pneumoniae, atau P. mirabilis. Deteksi penghasil AmpC ?-laktamase dilakukan dengan uji cakram AmpC menggunakan penyangga larutan asam fenil boronat. Evaluasi klinis meliputi perbandingan tingkat keparahan penyakit dan lama rawat inap antara kelompok ISK yang disebabkan oleh Enterobacteriaceae penghasil AmpC ?-laktamase dan kelompok ISK yang disebabkan oleh Enterobacteriaceae bukan penghasil AmpC ?-laktamase. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji proporsi satu populasi menggunakan Z-test dan dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25.0 untuk Windows dengan batas kemaknaan kurang dari 5%.
Hasil: Subjek penelitian terdiri dari 96 pasien ISK yang terinfeksi E. coli (61,46%), K. pneumoniae (30,21%), dan P. mirabilis (8,33%). Prevalensi ISK yang disebabkan Enterobacteriaceae penghasil AmpC ?-laktamase sebesar 17,71% (95% IK; 10,7 - 26,8; p=0,007). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada tingkat keparahan penyakit (p=0,772) maupun lama rawat inap (p=0,422) pada pasien ISK yang disebabkan Enterobacteriaceae penghasil dan bukan penghasil AmpC ?-laktamase.
Background: Urinary tract infections (UTIs) are bacterial infection commonly caused by Enterobacteriaceae, such as E. coli, K. pneumoniae, and P. mirabilis. UTIs require antibiotic treatment, but inappropriate prescribing can lead to antibiotic resistance. AmpC ?-lactamase is an enzyme whose prevalence tends to increase in Enterobacteriaceae.
Objective: To analyzed prevalence and clinical features of UTI caused by AmpC ?-lactamase-producing Enterobacteriaceae.
Method: This study was a cross-sectional study conducted at the Instalasi Laboratorium Terpadu of Dr. Sardjito Hospital. The study population consisted of patients with urine culture results showing bacteriuria ?10^5 CFU/mL, caused by one of the following bacteria: E. coli, K. pneumoniae, or P. mirabilis. Detection of AmpC ?-lactamase producers was performed by AmpC disk test using phenylboronic acid solution. Clinical evaluation included a comparison of disease severity and length of hospital stay between the UTI group caused by AmpC ?-lactamase-producing Enterobacteriaceae and the UTI group caused by non-AmpC ?-lactamase-producing Enterobacteriaceae. Data analysis used descriptive statistics, one population proportion test using Z-test, and was performed using SPSS software version 25.0 for Windows with a significance limit of less than 5%.
Results: Subjects of this study consisted of 96 UTIs patients caused by E. coli (61.46%), K. pneumoniae (30.21%), and P. mirabilis (8.33%). The prevalence of UTIs caused by AmpC ?-lactamase-producing Enterobacteriaceae was 17.71% (95% CI; 10.7 - 26.8; p=0,007). There were no significant differences in disease severity (p=0.772) or length of hospital stay (p=0.422) between patients with UTIs caused by AmpC ?-lactamase-producing and non-producing Enterobacteriaceae.
Kata Kunci : Enterobacteriaceae, infeksi saluran kemih, AmpC ?-laktamase, prevalensi