PENGARUH ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP MANAJEMEN DAN KINERJA AGRIBISNIS PADA PETANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BANTUL
Faadihilah Arga Ramadhani, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.; Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.
2025 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Revolusi industri 4.0 telah menjadi konsep yang semakin akrab di berbagai bidang, termasuk dalam agribisnis. Penerapan teknologi digital dalam agribisnis bertujuan untuk mendukung para pelaku pertanian dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat serta optimalisasi sumber daya. Bawang merah sebagai salah satu komoditas unggulan hortikultura kini juga mulai memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai aspek budidaya dan agribisnis. Salah satu sentra pengembangan agribisnis bawang merah di provinsi D.I. Yogyakarta yaitu Kabupaten Bantul. Adopsi teknologi menjadi salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan dengan meningkatkan efisiensi produksi, memperluas akses pasar, serta mengoptimalkan manajemen usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat adopsi teknologi digital petani bawang merah (2) implementasi manajemen agribisnis petani bawang merah (3) tingkat kinerja agribisnis petani bawang merah (4) pengaruh adopsi teknologi digital dan manajemen agribisnis terhadap kinerja agribisnis. Responden yang digunakan sebanyak 180 orang yang merupakan petani bawang merah di Kabupaten Bantul, penentuan responden dilakukan secara sengaja. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengatahui tingkat adopsi teknologi digital, implementasi manajemen, dan tingkat kinerja agribisnsi petani bawang merah. Sedangkan, SEM-PLS digunakan untuk mengetahui pengaruh antar variabel adopsi teknologi digital, manajemen agribisnis, dan kinerja agribisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi digital petani bawang merah di Kabupaten Bantul tergolong dengan kategori yang sedang. Implementasi manajemen petani bawang merah masih belum sistematis diterapkan secara individu. Tingkat kinerja agribisnis petani bawang merah di Kabupaten Bantul tergolong pada kategori yang tinggi. Persepsi kemudahan dan kegunaan berpengaruh terhadap adopsi teknologi digital, sedangkan persepsi kesesuaian tidak berpengaruh. Adopsi teknologi digital berpengaruh terhadap kinerja agribisnis, sedangkan terhadap manajemen tidak berpengaruh. Manajemen agribisnis juga tidak berpengaruh terhadap kinerja agribisnis petani bawang merah di Kabupaten Bantul.
The 4.0 industrial revolution has become an increasingly familiar concept in various fields, including agribusiness. The application of digital technology in agribusiness aims to support farmers in making more accurate decisions and optimizing resources. Red onions, as one of the key horticultural commodities, are now also beginning to utilize digital technology in various aspects of cultivation and agribusiness. One of the key centers for red onion agribusiness development in the province of D.I. Yogyakarta is Bantul Regency. The adoption of technology is one of the solutions to address challenges by improving production efficiency, expanding market access, and optimizing farm management. This study aims to determine (1) the level of digital technology adoption among red onion farmers, (2) the implementation of agribusiness management among red onion farmers, (3) the performance level of red onion farmers' agribusiness, and (4) the influence of digital technology adoption and agribusiness management on agribusiness performance. The respondents consisted of 180 red onion farmers in Bantul Regency, selected through purposive sampling. The data were analyzed descriptively to determine the level of digital technology adoption, management implementation, and agribusiness performance of shallot farmers. Meanwhile, SEM-PLS was used to determine the influence between the variables of digital technology adoption, agribusiness management, and agribusiness performance. The research results indicate that the level of digital technology adoption among red onion farmers in Bantul Regency falls into the moderate category. Management implementation among red onion farmers is still not systematically applied on an individual basis. The level of agribusiness performance among red onion farmers in Bantul Regency falls into the high category. Perceptions of ease and usefulness influence the adoption of digital technology, while perceptions of suitability do not influence it. The adoption of digital technology influences agribusiness performance, while it does not influence management. Agribusiness management also does not influence the agribusiness performance of red onion farmers in Bantul Regency.
Kata Kunci : Bawang Merah, Adopsi Teknologi Digital, Manajemen, Kinerja