Laporkan Masalah

Reorientasi Kerja Sama Pembangunan Indonesia di Afrika: Pendekatan Domestic Politics Analysis

MUHAMMAD RIDHA ISWARDHANA, Prof. Poppy Sulistyaning Winanti, MPP, Ph.D; Ririn Tri Nurhayati, S.IP., M.Si., MA, Ph.D

2025 | Disertasi | S3 Ilmu Politik

Disertasi ini menganalisis kebijakan luar negeri Indonesia melalui pendekatan domestic politics analysis sebagai tawaran kebaruan, terutama ketika faktor solidaritas, kesamaan nasib, dan pertimbangan historis atau keuntungan finansial mulai dianggap kurang relevan. Fokus utama disertasi ini adalah untuk menjelaskan pemberian bantuan luar negeri Indonesia sebagai new emerging donor ke Afrika. Disertasi ini bertujuan mengisi celah penelitian dengan menjelaskan reorientasi kebijakan bantuan luar negeri Indonesia yang sebelumnya lebih difokuskan pada Asia Pasifik, kini bergeser ke Afrika. Domestic politics analysis digunakan untuk memahami bagaimana kebutuhan dan tuntutan aktor domestik memengaruhi pembentukan kebijakan luar negeri, berbanding dengan teori pilihan rasional yang menganggap negara sebagai aktor tunggal. Metode penelitian yang digunakan disertasi ini berupa pendekatan kualitatif melalui berbagai tahapan, seperti identifikasi masalah, tinjauan literatur, wawancara, pemilahan data, hingga analisis deskriptif dan penyusunan disertasi. Data yang dikumpulkan mencakup informasi mengenai KAA 1955, GNB 1961, dan kebijakan pemberian bantuan luar negeri dari masa Orde Lama hingga Reformasi. Namun, analisis difokuskan pada periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (2014-2024). Disertasi menemukan bahwa posisi Indonesia beralih dari negara penerima bantuan menjadi negara pemberi menyebabkan kebijakan pemberian bantuan luar negeri luar negeri menekankan pada kerja sama yang tidak membebani negara mitra. Bantuan luar negeri ke Afrika dilakukan melalui KSST dan Indonesian AID yang menggabungkan investasi, kerja sama, bantuan, serta pelatihan dengan pendekatan mekanisme triangular melalui kemitraan dengan negara maju dan organisasi internasional. Adanya peranan aktor domestik, seperti pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan akademisi dalam memperkuat perekonomian nasional Indonesia dan memperoleh pengakuan internasional melalui ekspansi kerja sama di Afrika.

This dissertation analyzes Indonesia's foreign policy through a domestic politics analysis approach as a novel offering, especially when factors such as solidarity, shared destinies, and historical considerations or financial gains begin to be considered less relevant. The main focus of this dissertation is to explain Indonesia's foreign aid as a new emerging donor to Africa. This dissertation aims to fill a research gap by explaining the reorientation of Indonesia's foreign aid policy, which was previously more focused on the Asia-Pacific region but has now shifted to Africa. Domestic politics analysis is used to understand how the needs and demands of domestic actors influence the formation of foreign policy, in contrast to rational choice theory, which views the state as a single actor. The research method used in this dissertation is a qualitative approach through various stages, such as problem identification, literature review, interviews, data sorting, descriptive analysis, and dissertation writing. The data collected includes information on the 1955 Bandung Conference, the 1961 Non-Aligned Movement, and foreign aid policies from the Old Order to the Reformation era. However, the analysis focuses on the leadership period of President Joko Widodo (2014-2024). The dissertation finds that Indonesia's transition from an aid recipient to an aid donor has led to foreign aid policies emphasizing cooperation that does not burden partner countries. Foreign aid to Africa is carried out through KSST and Indonesian AID, which combine investment, cooperation, aid, and training with a triangular mechanism approach through partnerships with developed countries and international organizations. The role of domestic actors, such as the government, business actors, academics, and academics, in strengthening Indonesia's national economy and gaining international recognition through the expansion of cooperation in Africa.

Kata Kunci : Reorientasi, Bantuan Luar Negeri, Kerja sama Pembangunan, Domestic Politics Analysis, Indonesia

  1. S3-2025-468242-abstract.pdf  
  2. S3-2025-468242-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-468242-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-468242-title.pdf