Dinamika kesempatan kerja sektor jasa di Jawa tahun 2003, 2005 dan 2007
Cahyadi Matutu Hajar, Drs. Tukiran, M.A.; Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A.
2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan penelitian ini untuk mengetahui besar distribusi kesempatan kerja menurut jenis kelamin di Jawa pada tahun 2003, 2005 dan 2007. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder Sakernas tahun 2003, 2005, dan 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kesempatan kerja sektor jasa menurut jenis kelamin di Jawa tahun 2003-2007 didominasi oleh pekerja laki-laki daripada perempuan kecuali sektor perdagangan dibeberapa proponsi yaitu propinsi Jawa Tengah (53,7-54,8 persen), D.I. Yogyakarta (54,8-57,7 persen) dan Jawa Timur (51,4-53,8). Kesempatan kerja perempuan paling kecil tahun 2003-2007 di Jawa terdapat pada sektor jasa angkutan yakni paling tinggi hanya mencapai 12,7 persen daripada laki-laki yang mencapai lebih dari 80 persen. Penyerapan pekerja perempuan cukup tinggi melebihi propinsi Jawa lainnya terdapat di propinsi DKI Jakarta (7,5-12,7 persen) dan D.I. Yogyakarta (10,2-11,1 persen). Struktur kesempatan kerja desa/kota di tahun 2003-2007 dominan menyerap pekerja perkotaan daripada pedesaan terutama sektor jasa keuangan yakni mencapai lebih dari 90 persen dan tertinggi terdapat di Banten sebesar 93,3 persen. Di D.I. Yogyakarta, kesempatan kerja wilayah pedesaan paling kecil terdapat pada sektor perdagangan (23,9-26,7 persen) dan angkutan (25,9-35,0 persen) terhadap propinsi lain kecuali DKI Jakarta. Sebaliknya di perkotaan persentase tertinggi terdapat pada sektor perdagangan (73,3-76,1%) diikuti oleh sektor angkutan (65-74,1%) terhadap propinsi lain kecuali DKI Jakarta. Perubahan kesempatan kerja sektor jasa di Jawa menurut jenis kelamin taun 2003-2007 menunjukkan pola bahwa pekerja perempuan cenderung mengalami peningkatan, sebaliknya pekerja laki-laki menurun. Perubahan kesempatan kerja sektor jasa. Peningkatan kesempatan kerja tertinggi terdapat pada pekerja perempuan sebesar 8,9 persen yakni sektor perdagangan di DKI Jakarta dan Jasa Masyarakat di Banten. Ditinjau menurut desa/kota perubahan kesempatan kerja cenderung bervariasi. Peningkatan kesempatan kerja tertinggi terdapat pada wilayah pedesaan sektor keuangan di Jawa Timur sebesar 16,4 persen
-
Kata Kunci : kesempatan kerja, dinamika, jenis kelamin,Jawa