Laporkan Masalah

Kesiapan Kota Yogyakarta sebagai Eventful City

Raissa Ludmila Bagja, Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng.

2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kota Yogyakarta dikenal sebagai destinasi wisata dengan potensi besar di bidang seni dan budaya. Kondisi ini mendorong maraknya penyelenggaraan festival sebagai ruang ekspresi dan perayaan bagi berbagai komunitas. Sejalan dengan arah pengembangan quality tourism, Pemerintah Kota Yogyakarta baru-baru ini melakukan rebranding sebagai City of Festivals. Fenomena ini selaras dengan tren global di mana banyak kota memanfaatkan penyelenggaraan event sebagai instrumen pembangunan, yang kemudian melahirkan konsep eventful city. Penelitian ini bertujuan untuk menempatkan Kota Yogyakarta dalam kerangka konsep eventful city dan mengeksplorasi tingkat kesiapannya. Pengukuran dilakukan menggunakan enam variabel yang diadaptasi dari critical success factors of an eventful city oleh Richards & Palmer (2010), yaitu budaya, tempat, kuasa, kemitraan, sumber daya, dan perencanaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deduktif dengan metode campuran, melalui penyebaran kuesioner yang dilengkapi dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Yogyakarta berada pada posisi siap untuk mewujudkan diri sebagai eventful city, dengan beberapa faktor pendukung utama seperti keberagaman dan kekuatan komunitas, tingginya tingkat creative autonomy, banyaknya event dan festival yang telah berlangsung, serta keterbukaan pemerintah terhadap penyelenggaraan acara. Namun demikian, terdapat pula faktor penghambat yang signifikan, antara lain regulasi yang belum jelas, keterlibatan pemerintah yang belum maksimal, infrastruktur yang belum memadai, serta kolaborasi lintas sektor dan ekosistem event yang belum terbentuk secara optimal. Secara keseluruhan, rebranding Yogyakarta sebagai City of Festivals dapat dikatakan tepat dan relevan karena kota ini memiliki modal kuat, terutama dari segi identitas kota dan basis komunitas yang aktif. Namun, untuk benar-benar menjadi eventful city yang ideal, dibutuhkan perbaikan yang substansial, terutama dalam konteks tata kelola kota, koordinasi lintas sektor, dan penguatan ekosistem. 

Yogyakarta is known as a tourist destination with significant potential in the arts and culture sector. This has led to a boom in festivals as spaces for expression and celebration for various communities. In line with the development of quality tourism, the Yogyakarta City Government recently rebranded itself as the City of Festivals. This phenomenon aligns with the global trend where many cities utilize event hosting as a development tool, giving rise to the concept of an eventful city. This study aims to position Yogyakarta within the framework of the eventful city concept and explore its level of readiness. Measurements were conducted using six variables adapted from the critical success factors of an eventful city by Richards & Palmer (2010): culture, place, power, partnerships, resources, and planning. The method used was a deductive mixed-methods approach, through the distribution of questionnaires supplemented by in-depth interviews. The results indicate that Yogyakarta is generally well-positioned to become an eventful city, with several key supporting factors such as community diversity and strength, a high level of creative autonomy, a large number of existing events and festivals, and government openness to event management. However, there are also significant inhibiting factors, including unclear regulations, suboptimal government involvement, inadequate infrastructure, and a less-than-optimally developed cross-sector collaboration and event ecosystem. Overall, Yogyakarta's rebranding as a City of Festivals is considered appropriate and relevant, given its strong assets, particularly its city identity and active community base. However, to truly become an ideal eventful city, substantial improvements are needed, particularly in the context of city governance, cross-sector coordination, and ecosystem strengthening. 

Kata Kunci : eventful city, event, kota festival, kesiapan

  1. S1-2025-482483-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482483-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482483-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482483-title.pdf