Penataan Arsip Pengeboran Sumur Artesis Hindia Belanda di Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Muhammad Farhan Zudhianto, Lillyana Mulya, S.S., M.A.
2025 | Tugas Akhir | D4 Pengelolaan Arsip Rekaman Informasi
Tugas akhir ini membahas sistem
penataan arsip pengeboran sumur artesis dari masa Hindia Belanda di Pusat Air
Tanah dan Geologi Tata Lingkungan. Penataan arsip konvensional dilakukan dari
tahun 2023 hingga 2024. Pada tahun 2024, digitalisasi mulai dilakukan terhadap
sekitar 1% koleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana
arsip pengeboran sumur artesis Hindia Belanda, baik konvensional maupun
digital, ditata di Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif dengan studi
kasus. Data diperoleh dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi,
wawancara, dan studi pustaka. Observasi yang dilakukan adalah observasi
partisipatif yang dilakukan di Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan
untuk mengetahui penataan arsip periode Hindia Belanda. Wawancara dilaksanakan
dengan metode wawancara terstruktur melalui wawancara langsung untuk mengetahui
penataan arsip periode Hindia Belanda. Studi Pustaka dilaksanakan dengan
menggunakan beberapa sumber seperti buku, artikel, karya tulis lainnya untuk
memperkuat analisis data.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penataan arsip pengeboran sumur artesis
periode Hindia Belanda di PATGTL menggunakan sistem klasifikasi berbasis
wilayah dengan dua pertimbangan. Pertama, pengelompokan wilayah dapat
memudahkan akses. Kedua, wilayah dianggap sebagai tempat administratif di mana
arsip diciptakan. Namun, penelitian ini mengindentifikasi kelemahan penggunaan
wilayah sebagai provenance sebab meniadakan keterangan institusi
pencipta yaitu Dienst van het Mijnwezen atau Dienst van de Mijnbouw
ke dalam struktur arsip. Saat ini, sekitar 1000-an item hasil digitisasi ditata
menggunakan sistem penataan yang sama dengan arsip konvensional.
This final project
discusses the archival arrangement system for artesian well drilling from the
Dutch East Indies period at Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan. The arrangement for conventional archival was carried out from 2023 to
2024. In 2024, digitization began to be carried out on approximately 1% of the
collection. The aim of this research is to investigate how the Dutch East
Indies artesian well drilling archives, both conventional and digital, are arranged
at Pusat Air
Tanah dan Geologi Tata Lingkungan.
This research is a
qualitative method with a descriptive approach. Data was obtained using three
data collection techniques, which are observation, interview, and literature
study. The observations made are participatory observations carried out at
Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan to find out the arrangement of
archives of the Dutch East Indies period. Interviews were conducted using a
structured interview method through direct interviews to find out the
arrangement of archives of the Dutch East Indies period. Literature studies is
carried out by using several sources such as books, articles, other written
works to strengthen data analysis.
This research shows that
the arrangement of artesian well drilling archives from the Dutch East Indies
period at Pusat Air
Tanah dan Geologi Tata Lingkungan uses a region-based
classification system with two considerations. First, regional grouping
facilitates easy access. Second, the region is considered the administrative
location where the archive was created. However, this study identifies a
weakness in using region as provenance because it eliminates information
about the creator institution, namely Dienst van het Mijnwezen or Dienst
van de Mijnbouw, from the archival structure. Currently, approximately
1.000 digital items are arranged using the same system as conventional
archives.
Kata Kunci : penataan arsip, pengeboran sumur artesis, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan