Korelasi Stadium Dengan Kadar Albumin Pada Kanker Ovarium
Diah Lusita Sari, dr. E. Henny Herningtyas, M.Si., Ph.D., Sp.PK., Subsp.Onk(K)., Subsp.E.M(K)
2025 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik
Latar Belakang: Kanker ovarium merupakan keganasan ginekologi pada wanita. Pasien dengan keganasan ovarium sering terjadi penurunan kadar albumin yang erat kaitannya pada kejadian malnutrisi. Pengukuran kadar albumin sebagai parameter yang mudah dan harga terjangkau dapat digunakan untuk menilai status nutrisi pasien kanker. Bertambahnya stadium kanker seiring dengan penurunan kadar albumin memberikan kewaspadaan terhadap progresitivitas kanker ovarium.
Tujuan: Mengevaluasi korelasi antara stadium dengan kadar albumin pada pasien kanker ovarium di RSUP Dr. Sardjito.
Metode: Penelitian potong lintang dengan data sekunder ini menginklusikan pasien kanker ovarium yang terdiagnosis pertama kali secara histopatologis di RSUP Dr. Sardjito tahun 2019-2020, usia >18 tahun dan memiliki hasil kadar albumin, sedangkan pasien dengan keganasan lainnya, infeksi, gangguan hepar di eksklusi. Korelasi antara stadium dengan kadar albumin yang tidak terdistribusi normal dianalisis dengan uji Spearman pada batas kemaknaan p<0>
Hasil: Didapatkan 86 pasien kanker ovarium yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok albumin ?3,5 g/dL vs albumin <3 p=0,020, p=0,001, p=0,034. p=0,003 p=0,001 rho=-0,428>
Simpulan: Terdapat korelasi negatif sedang yang bermakna antara stadium dan kadar albumin pada kanker ovarium.
Background: Ovarian cancer is a common gynecological malignancy in women. Patients with ovarian cancer often experience a decrease in albumin levels, which is closely related to malnutrition. Measuring albumin levels, as an easy and affordable parameter, can be used to assess the nutritional status of cancer patients. An increase in cancer stage along with a decrease in albumin levels raises awareness of the progressiveness of ovarian cancer.
Objective: To evaluate the relationship between stage and albumin levels in ovarian cancer patients at Dr. Sardjito General Hospital
Methods: This cross-sectional study using secondary data included ovarian cancer patients who were first diagnosed histopathologically at Dr. Sardjito General Hospital in 2019–2020, aged >18 years, and had albumin levels, while patients with
other malignancies, infections, or liver disorders were excluded. The correlation between stage and non-normally distributed albumin levels was analyzed using the Spearman test at a significance level of p<0>
Results: A total of 86 ovarian cancer patients who met the inclusion and exclusion criteria were identified. A significant difference was found between the albumin ?3.5 g/dL group and the albumin <3 p=0.020, p=0.001, p=0.034. p=0.003>
5.02) p=0.001 in early stage, 3.54 (2.28–5.03) in advanced stage, based on histopathological type 3.47 (2.28–5.03) p<0>
albumin levels, with rho = -0.428 (p < 0>
Conclusion: There was a significant moderate negative correlation between stage and albumin levels in ovarian cancer.
Kata Kunci : kanker ovarium, stadium, albumin, malnutrisi