Kajian panjang gelombang termal pada sistem penginderaan jauh satelit untuk suhu permukaan laut berdasarkan kharakteristik spektralnya : Analisis posisi strategis ikan Pelagis di perairan Indonesia
Bagus Gede Ivan Fibre, Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.
2009 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHSuhu permukaan laut dapat dideteksi terkait dengan pengolahan data penginderaan jauh dengan sensor pada panjang gelombang inframerah termal. Suhu permukaan laut merupakan parameter yang berkaitan dengan kharakteristik ikan sehingga dimungkinkan mengetahui posisi strategis ikan tersebut. Akan tetapi pada lautan Indonesia ketelitian pengukuran suhu permukaan laut masih ± 75%, ini disebabkan kurang diperhatikannya faktor-faktor dalam pengukuran seperti nilai konstanta, emisifitas lautan dan etmosferik. Berdasarkan hal ini maka terjadi kesulitan dalam menganalisa posisi ikan berdasar hubungan pola suhu permukaan laut secara dinamis. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji suhu permukaan laut berdasar pancaran radiasi gelombang termal material permukaan laut yang terindera pada sensor satelit secara temporal dengan data suhu permukaan nyata di laut. Berdasarkan kajian ini, dapat ditemukan faktor konstanta untuk meningkatkan akurasinya dan mengkajinya dengan kharakteristik ikan pelagis untuk daerah potensi tangkapan. Berdasarkan tujuan ini agar mendapatkan konstanta yang mendekati kebenaran dipilih laut banda sebagai sampel penelitian untuk perbandingan suhu dan korelasinya dengan jenis ikan. Laut Banda masih merupakan laut murni dan kaya akan ikan pelagis, sehingga nilai suhu terbebas dari nilai gangguan limbah dan dapat dicari korelasi dengan jenis ikannya. Perhitungan suhu permukaan laut dari citra satelit dilakukan dengan alogaritma agar terpisah dari awan dan darat, suhu ini dibandingkan dengan suhu permukaan nyata di laut untuk mendapatkan konstanta. Berdasarkan perhitungan diperoleh konstanta (?? = 1,375124697) untuk tengah tahun pertama(kecuali Juni) dan Juli, (a2 = -1,281542261) untuk bulan Juni dan tengah tahun kedua (kecuali Juli) serta (? =1,00478) untuk semua bulan dalam 1 tahun. Nilai konstanta ini digunakan untuk memperbaiki suhu dari pengolahan citra agar mendekati nilai suhu nyata lautan. Berdasarkan analisis perhitungan maka didapatkan hasil kesimpulan suhu permukaan laut Banda antara 27°C hingga 29°C dengan rata-rata perbedaan nilai suhu dari pengolahan citra dan suhu nyata lautan + 1,32°C. Kemudian setelah dihitung dengan konstanta maka suhu permukaan laut Banda menjadi antara 26°C hingga 30°C dan rata-rata perbedaan suhu dari pengolahan citra dan suhu permukaan laut nyata menjadi + 0,78°C. Pada suhu ini dianalisis berpotensi terdapat ikan pelagis jenis tuna, cakalang, madidihang, albakora, tuna mata besar, dan tuna sirip biru.
-
Kata Kunci : suhu, termal, laut, konstanta, pelagis