Penilaian kinerja perekonomian wilayah kabupaten/kota di kawasan Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi)
Bachtiar Rivai, Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.
2009 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHSektor perekonomian merupakan sektor yang dianggap mempunyai peranan paling penting dalam menentukan perkembangan suatu wilayah, dengan perkembangan sektor perekonomian yang baik secara langsung akan mendorong perkembangan pembangunan di wilayah tersebut dan begitu pula sebaliknya. Berbagai masalah perekonomian dapat mempengaruhi pembangunan di suatu wilayah, karena sektor perekonomian sangat erat kaitannya dengan tingkat kemakmuran masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui variasi struktur perekonomian wilayah dan pergeserannya, mengidentifikasi sektor basis/sektor unggulan dan menilai kinerja perekonomian wilayah kabupaten/kota di Kawasan Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif yang digunakan adalah analisis Struktur Ekonomi dan analisis Shift-Share untuk mengetahui Variasi struktur perekonomian wilayah dan pergeserannya di Kawasan Jabodetabek. Analisis Location Quotient (LQ) digunakan untuk mengetahui sektor basis/sektor unggulan di Kawasan Jabodetabek. Dan analisis Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dan analisis PDRB per Kapita digunakan untuk menilai kinerja perekonomian wilayah Kawasan Jabodetabek. Pada tahun 2003 sektor yang mendominasi struktur perekonomian wilayah Kawasan Jabodetabek adalah sektor industri pengolahan (31,38%), diikuti sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (23,07%) dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (19,30%). Tidak terjadi pergeseran yang signifikan terhadap struktur perekonomian wilayah Kawasan Jabodetabek di tahun 2006, sektor yang mendominasi struktur perekonomian wilayah Kawasan Jabodetabek masih berada pada sektor industri pengolahan (30,79%), diikuti sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (22,23%) dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (19,65%). Jakarta Pusat merupakan kabupaten/kota dengan kontribusi terbesar terhadap pembentukan PDRB Kawasan Jabodetabek yaitu sebesar 18,24 persen, sedangkan Kota Bogor merupakan kabupaten/kota dengan kontribusi paling kecil yaitu sebesar 0,86 persen. Kawasan Jabodetabek terdiri dari 12 kabupaten/kota. Berdasarkan Analisis LPE dan PDRB per Kapita, Jakarta Pusat merupakan kabupaten/kota dengan kinerja perekonomian sangat baik (Kuadran IV). Kota Depok, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Bekasi merupakan kabupaten/kota dengan kinerja perekonomian baik (Kuadran III). Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi merupakan kabupaten/kota dengan kinerja kurang baik (Kuadran II). Sedangkan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor merupakan kabupaten/kota dengan kinerja tidak baik (Kuadran I).
-
Kata Kunci : Ekonomi Wilayah,perekonomian wilayan,Jabodetabek