Laporkan Masalah

Konstruksi Sumber Daya: Upaya Pemerintah Kabupaten Kupang Dalam Ekspansi Komoditas Rumput Laut di Pulau Semau

Christina Beatrix Banase, Dr. Nanang Indra Kurniawan, M.P.A

2025 | Tesis | S2 Ilmu Politik

ABSTRAK

Mengangkat rumput laut sebagai studi kasus, penelitian ini menunjukkan bahwa proses resource making juga berlangsung intensif di wilayah laut, melalui kombinasi regulasi negara, narasi pembangunan biru, dan reorganisasi ruang pesisir. Sebagai negara maritim dengan proporsi laut yang jauh melampaui daratan, Indonesia menyimpan potensi ekstraktivisme kelautan yang menuntut perhatian serius dalam studi-studi ke depan. Rumput laut sebagai hasil konstruksi sosial, bukan sekadar entitas alami (resources are made, not found). Lebih dari itu, studi ini menyoroti bahwa proses frontier dan resource making tidak hanya terjadi pada komoditas darat yang umum seperti nikel, minyak, batu bara, atau hutan, tetapi juga berlangsung di wilayah perairan melalui penciptaan industri rumput laut. Berangkat dari posisi Indonesia sebagai negara maritim dengan ambisi menjadi eksportir komoditas kelautan, penelitian ini memfokuskan analisis pada transformasi ekonomi dan ruang pesisir Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, akibat interkoneksi geopolitik pasar global hingga pada ekspansi budidaya rumput laut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus di Pulau Semau, riset ini memanfaatkan kerangka teoritis resource making dari Gavin Bridge (2011), yang memandang sumber daya sebagai hasil dari proses politis yang mentransformasi elemen-elemen alam menjadi komoditas bernilai. Riset ini dibedah menggunakan tiga keragka utama yang di kembangkang Bridge, yakni (ekonomi, territorial, dan pembentukan subjek). Temuan penelitian menunjukkan bahwa industri rumput laut di Pulau Semau memicu pembentukan frontier baru ruang yang ditandai oleh transformasi ekonomi, hak akses, dan identitas sosial. Fenomena ini tidak hanya berupa resource making namun juga berdampak langsung pada territory making dan subject making. Dalam konteks ini, dengan terciptanya komoditas rumput laut di Pulau Semau berkaitan erat dengan perubahan landskap pesisir serta identitas masyarakat sebagai subjek ekonomi biru. Temuan memperluas konsep resource making dengan menunjukkan bahwa proses ini tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga dapat terjadi melalui inisiatif masyarakat (twice process), sehingga membentuk komoditas sekaligus mentransformasi lanskap pesisir dan subjek ekonomi biru.

ABSTRACT

Using seaweed as a case study, this research demonstrates that resource-making processes occur intensively in marine environments through the interplay of state regulations, blue development narratives, and the reorganization of coastal space. As a maritime nation with a sea area far exceeding its landmass, Indonesia holds significant potential for marine extractivism, warranting greater scholarly attention. In this study, seaweed is understood as a social construct resources are made, not found illustrating that frontier and resource-making processes are not limited to land-based commodities such as nickel, oil, coal, or forests, but also unfold in marine contexts through the establishment of the seaweed industry. Focusing on Semau Island, Kupang Regency, East Nusa Tenggara, the analysis explores economic and spatial transformations driven by the geopolitical interconnections of global markets and the expansion of seaweed cultivation. Employing a qualitative case study approach and drawing on Gavin Bridge’s (2011) framework which conceptualizes resources as political products shaped through economic, territorial, and subject-making processes the study reveals that the seaweed industry has generated a new spatial frontier marked by economic change, altered access rights, and shifts in social identity. Findings indicate that resource making in Semau Island is closely linked to territory making and subject making, as the commodification of seaweed reshapes both the coastal landscape and community identities within the blue economy. Furthermore, the study expands the concept of resource making by showing that it can emerge not only through top–down state interventions but also through community-led initiatives (twice process), thereby producing commodities while transforming coastal space and social subjects.

Kata Kunci : Keywords: Resource making, seaweed, twice process, blue economy, frontier, Semau Island.

  1. S2-2025-512435-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512435-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512435-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512435-title.pdf