Laporkan Masalah

Analisis Peran Bank Syariah dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan untuk Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Fokus pada Kelompok Rentan

Maudi Rahmah Azzahra, Mahfud Sholihin, Prof., Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust).; Aprilia Beta Suandi, S.E., M.Ec., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Inklusi keuangan dipandang sebagai solusi penting untuk mengurangi kesenjangan akses terhadap sumber daya keuangan, khususnya bagi kelompok rentan yang belum memiliki rekening bank. Lembaga keuangan memiliki peran penting dalam membuka akses layanan keuangan di antara masyarakat yang belum memiliki rekening bank (unbanked). Dalam hal ini, bank syariah memiliki potensi dalam memberikan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam berbagai segmen dikarenakan adanya tantangan eksklusi keuangan karena alasan agama. Nilai-nilai yang selaras dengan poin-poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) membuat inklusi keuangan dapat menjadi akselerator dalam pencapaian SDGs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bank syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan bagi kelompok rentan untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan menganalisis perbedaan antara peran bank syariah dan bank konvensional dalam peningkatan inklusi keuangan. Indikator dari GPFI dan OJK digunakan untuk menganalisis peran setiap bank dalam inklusi keuangan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten dan open coding dengan metode pengumpulan data berasal dari laporan keberlanjutan dan laporan tahunan bank syariah dan bank konvensional untuk periode 2021-2023. Hasil penelitian menemukan bank umum syariah daerah memiliki tingkat inklusi lebih tinggi dibandingkan bank umum syariah nasional maupun swasta dengan persentase nilai di atas 85%. Keunggulan ini terlihat pada dimensi akses layanan keuangan, khususnya penyediaan laku pandai dan layanan digital, serta dimensi ketersediaan produk/jasa yang tidak hanya berfokus pada UMKM dan anak-anak, tetapi juga diperluas pada kelompok rentan. Meskipun demikian, peran bank syariah belum optimal karena industri keuangan syariah relatif lebih baru dibandingkan dengan industri keuangan konvensional. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya perumusan strategi peningkatan inklusi keuangan secara komprehensif dengan target sasaran produk/jasa keuangan yang spesifik dan fokus pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang tidak terbatas pada poin-poin tertentu. Selain itu, sinergi antara bank syariah daerah maupun nasional dibutuhkan untuk menjangkau kelompok-kelompok rentan dalam usaha meningkatkan inklusi keuangan.

Financial inclusion has emerged as one of the key solutions to reducing inequality, particularly among vulnerable groups with limited access to financial resources. Financial institutions play a vital role in expanding access to financial services, especially for the unbanked population. In this context, Islamic banks hold significant potential to provide financial services tailored to the needs of diverse community segments, addressing challenges of exclusion that may arise due to religious considerations. The alignment of Islamic finance principles with the Sustainable Development Goals (SDGs) further strengthens the role of financial inclusion as an accelerator for sustainable development. This study aims to analyze the role of Islamic banks in enhancing financial inclusion for vulnerable groups while also comparing their contributions with those of conventional banks. Indicators developed by the Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI) and the Financial Services Authority of Indonesia (OJK) are employed to assess each bank’s role in promoting inclusion. The research adopts a qualitative approach using content analysis and open coding, with data derived from the sustainability reports and annual reports of Islamic and conventional banks covering the 2021–2023 period. The findings indicate that regional Islamic commercial banks achieved higher performance scores, with percentages exceeding 85%, compared to national or private Islamic banks. Banks with higher scores demonstrated advantages in the dimension of financial access, particularly through branchless banking and digital services as well as in the availability of products and services designed for vulnerable groups, beyond traditional focuses such as MSMEs and youth. However, the role of Islamic banks in promoting financial inclusion has yet to reach its full potential, partly due to the relatively young stage of the Islamic financial industry compared to its conventional counterpart. The study suggests that Islamic banks should formulate comprehensive strategies with targeted financial products and services while prioritizing the achievement of broader SDGs. Furthermore, greater synergy between regional and national Islamic banks is essential to reach vulnerable groups more effectively and maximize their contribution to inclusive and sustainable development.

Kata Kunci : Inklusi keuangan, kelompok rentan, tujuan pembangunan berkelanjutan, pelaporan keberlanjutan

  1. S2-2025-524886-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524886-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524886-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524886-title.pdf