STRATEGI SENTRALISASI PEMASARAN DI SELURUH UNIT BISNIS KLINIK PERTAMINA IHC
Cherissa Kania Octavia, dr. M. Lutfan Lazuari, M.Kes., Ph.D, Dr. dr. Jodi Christian Indra Visnu, MPH
2025 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar Belakang: Pertumbuhan layanan kesehatan tahun 2022-2024
meningkat sebesar 28.58%. Masyarakat Indonesia saat ini memiliki asuransi Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mendapatkan layanan
kesehatan. Pihak swasta dan pemerintah memegang peranan penting dalam bisnis
ini. Klinik Pertamina IHC adalah unit bisnis PT. Pertamina Bina Medika IHC yang
yang berorientasi pada profit/laba, terdiri dari 16 Klinik Pratama dan 1 Klinik
Utama. Setiap klinik memiliki target operasional dan keuangan. Pemasaran klinik
saat ini masih tersentralisasi di kantor pusat klinik yang berlokasi di
Jakarta, sehingga pemasaran klinik baru yang berlokasi di Prabumulih,
Balikpapan dan Cibubur dinilai belum optimal ditandai dengan belum tercapainya
target klinik tersebut.
Tujuan: Mengevaluasi strategi pemasaran di Klinik Pertamina IHC dan menyusun strategi sentralisasi pemasaran untuk seluruh unit bisnis Klinik
Pertamina IHC.
Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode eksploratif
dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dimana informan dipilih sesuai kriteria yang telah ditentukan sehingga dapat
memberikan jawaban berdasarkan prinsip kesesuaian, keterwakilan dan kecukupan
Hasil
& Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan bahwa
strategi pemasaran tersentralisasi memiliki keunggulan yaitu efisiensi,
kecepatan pengambilan keputusan, konsistensi branding, dan standarisasi
program promosi. Namun, ditemukan beberapa kelemahan seperti keterbatasan
sumber daya manusia di divisi pemasaran, kurangnya dukungan langsung ke daerah,
serta lemahnya implementasi digital
marketing. Klinik Pertamina IHC berada dalam posisi kuadran I berdasarkan
analisis SWOT, sehingga direkomendasikan strategi SO (Strength–Opportunity)
Kesimpulan
& Saran: Strategi
pemasaran Klinik Pertamina IHC saat ini efektif dengan keunggulan efisiensi
operasional, konsistensi branding,
dan program promosi terstandarisasi. Namun, terdapat kelemahan pada
keterbatasan sumber daya manusia di divisi pemasaran pusat, kurangnya dukungan
pemasaran langsung di daerah, serta implementasi digital marketing yang belum
optimal. Klinik berada pada posisi strategis dengan peluang besar untuk
pengembangan pemasaran agresif melalui sentralisasi pemasaran yang didukung
penguatan tim marketing regional dan program
kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Background: Healthcare services grew by 28.58?tween 2022 and 2024.
Currently, most Indonesians are covered by the National Health Insurance (BPJS
Kesehatan), which provides easier access to healthcare. Both the private sector
and the government play an important role in this industry. Pertamina IHC
Clinic, a profit-oriented business unit of PT Pertamina Bina Medika IHC,
operates 16 Primary Clinics and 1 Main Clinic. Each clinic has its own
operational and financial targets. However, marketing activities remain centralized
at the head office in Jakarta, making the marketing of newly established
clinics in Prabumulih, Balikpapan, and Cibubur less optimal, as reflected in
their unmet targets
Objective: To evaluate the marketing strategy of Pertamina IHC Clinics and develop
a centralized marketing strategy for all business units.
Method: This study applies a qualitative exploratory approach with
purposive sampling. Informants were selected based on predetermined criteria to
ensure relevance, representation, and adequacy of the data.
Results & Discussion: The analysis revealed that centralized marketing provides
advantages such as efficiency, faster decision-making, consistent branding, and
standardized promotional programs. However, weaknesses were also identified,
including limited human resources in the marketing division, insufficient
direct support for regional clinics, and underdeveloped digital marketing
implementation. SWOT analysis placed Pertamina IHC Clinic in Quadrant I, thus
recommending the SO (Strength–Opportunity) strategy.
Conclusion & Recommendation: The current marketing strategy of Pertamina IHC Clinics is effective in ensuring operational efficiency, consistent branding, and standardized promotions. Nevertheless, challenges remain in terms of limited human resources at the central marketing division, lack of regional marketing support, and suboptimal digital marketing practices. The clinics are in a strategic position with significant opportunities for growth through aggressive marketing development, supported by centralized management, strengthened regional marketing teams, and locally tailored programs
Kata Kunci : Perencanaan Strategi, Strategi Pemasaran, Sentralisasi Pemasaran