Laporkan Masalah

Penundaan penetapan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) impor Tepung Terigu dan dampaknya terhadap persaingan usaha :: Studi kasus Rencana Penetapan BMAD impor Tepung Terigu UEA, Australia dan Uni Eropa

El WAFA, Hosnu, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS

2004 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pemikiran yang menyebabkan penundaan penetapan bea Masuk Anti Dumping (BMAD) impor tepung terigu asal U.E.A., Australia, dan Uni Eropa; kepentingan-kepentingan yang terdapat pada produsen tepung terigu domestik dan konsumen tepung terigu impor dalam penundaan penetapan BMAD impor tepung terigu; serta untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat penundaan BMAD tersebut terhadap persaingan usaha di Indonesia. Peneltian dilakukan melalui penelitian lapangan dengan melakukan wawancara kepada nara sumber yang sudah ditetapkan sebelumnya dan melalui studi kepustakaan terhadap bahan-bahan hukum. Alat penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara dan studi pustaka. Analisis data yang dipergunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif dengan menjelaskan dan menggambarkan penundaan penetapan BMAD impor tepung terigu asal U.E.A., Australia, dan Uni Eropa, kepentingan produsen dan konsumen yang ada di dalamnya, dan pengaruhnya terhadap persaingan usaha di indonesia. Dari penelitian ini dihasilkan kesimpulan: pertama, dasar pemikiran penundaan BMAD impor tepung terigu dari Australia, Uni eropa dan Uni Emirat Arab adalah pertimbangan kepentingan nasional, yaitu terjaganya eksistensi industri tepung terigu dalam negeri, pengembangan industri hilir berbahan baku tepung terigu. Pertimbangan mengenai harga tepung terigu di tingkat konsumen menjadi dasar pemikiran untuk penundaan BMAD untuk waktu yang terbatas; kedua, produsen dalam negeri memiliki kepentingan untuk dapat bersaing dalam suatu persaingan yang sehat baik diantara sesama produsen dalam negeri maupun produsen luar negeri yang mengekspor produknya ke Indonesia, masuknya produk impor dengan harga dumping berakibat persaingan menjadi tidak sehat. Kepentingan pengguna tepung terigu eks impor yang seluruhnya merupakan industri pangan adalah untuk dapat memasok terigu dengan harga murah; ketiga, penundaan BMAD terhadap persaingan usaha tidak mempunyai dampak yang berarti, disebabkan pengurangan jumlah impor dari tiga negara yang dituduh dumping dan peningkatan harga impor dari tiga negara tersebut.

This research purposed to know which the considerations that caused suspension of antidumping duties of wheat flour imports from U.E.A., Australia, and Europe Union; the interests of the wheat flour domestic producers and the import wheat flour consumer to the antidumping duties suspension; and to know the effects of antidumping duties to business competition in Indonesia. The research had been done through field research and library research. The research instruments used on filed research was interview guidance, and on the library research was literature study. The used data analyze method was qualitative descriptive that explain and describe the suspension of antidumping duties of wheat flour imports from U.E.A., Australia, and Europe Union; the interests of producers and consumers; and the effects to business competition in Indonesia. The research resulting conclusions, these are: first, the considerations of antidumping duties suspension of wheat flour imports from U.E.A., Australia, And Europe Union, was national interests. The national interests consist of the protection of wheat flour domestic industries, the development of the downstream industry. Wheat flour price maintenance for the end-consumer became the consideration for temporary suspension; second, the interest of domestic producers was being able to compete with others domestic and foreign producers fairly. Dumped product import caused the business competition being unfair. In the other side, the interest of import wheat flour user -which all of them are food industries- was being able to import wheat flour with low price; third, the suspension of antidumping duties had no substantial effect to business competition because on the later the decrease of import volume from the threecountries and the increase of import price happened.

Kata Kunci : Hukum Dalam Bisnis,Persaingan Usaha,BMAD, antidumping duties, wheat flour import, business competition.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.