Pengembangan Electronic Medical Record dengan Artificial Intelligence sebagai Strategi Pendukung Pembelajaran Klinis
Kinik Darsono, Prof. dr. Ova Emilia, Sp.OG(K)., M.Med.Ed., Ph.D.; Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med., Ph.D.)
2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum
Latar
Belakang: Integrasi
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam Rekam Medis Elektronik (Electronic Medical Records/EMR)
memberikan peluang untuk meningkatkan pembelajaran klinis melalui umpan balik
waktu nyata dan dokumentasi yang terstruktur.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi efektivitas Electronic
Medical Record with Artificial Intelligence (EMRAI) dalam meningkatkan
akurasi dokumentasi dan kinerja diagnostik pada mahasiswa profesi kedokteran.
Metode
Penelitian: Pendekatan
mixed-methods digunakan dengan
melibatkan 61 mahasiswa profesi kedokteran dari Universitas Gadjah Mada.
Peserta dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menggunakan EMRAI (n = 30) dan
kelompok kontrol yang menggunakan rekam medis kertas tradisional (Paper Medical Records/PMRs) (n = 31).
Hasil: Mahasiswa yang
menggunakan EMRAI menunjukkan akurasi diagnosis yang lebih tinggi secara
signifikan (skor rata-rata = 91,80 vs. 71,42; P < 0>
Kesimpulan: Dengan demikian, EMRAI
secara signifikan meningkatkan hasil pembelajaran klinis melalui peningkatan
kualitas dokumentasi dan akurasi diagnosis, sekaligus mendorong keterampilan
berpikir kritis dan kemandirian mahasiswa profesi kedokteran.
Backgound: The integration of Artificial
Intelligence (AI) in Electronic Medical Records (EMRs) presents an opportunity
to enhance clinical learning through real-time feedback and structured
documentation.
Objective: This study aimed to evaluate the
effectiveness of the Electronic Medical Record with Artificial Intelligence
(EMRAI) in improving documentation accuracy and diagnostic performance among
clinical rotation students.
Methodology: A mixed-methods approach was
employed, involving 61 clinical rotation students from Universitas Gadjah Mada.
Participants were divided into an experimental group using EMRAI (n = 30) and a
control group using traditional paper medical records (PMRs) (n = 31).
Results: Students using EMRAI demonstrated significantly
higher diagnostic accuracy (mean score = 91.80 vs. 71.42; P < 0>
Conclusion: EMRAI significantly enhances
clinical learning outcomes by improving documentation quality and diagnostic
accuracy, while fostering critical thinking and autonomy among clinical
rotation students.
Kata Kunci : Kata kunci: kecerdasan buatan, pendidikan klinis, mahasiswa profesi kedokteran, akurasi diagnosis, rekam medis elektronik; Keywords: Artificial intelligence, clinical education, clinical rotation students, diagnostic accuracy, electronic medical record