Laporkan Masalah

Kecerdasan Semiotik Masyarakat Negeri Waai Terhadap Gempa Bumi di Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku

Jacqueline Clara Bakarbessy, Prof. Ir. Joko. Sujono, M,Eng.,Ph.D ; Prof.Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si.

2025 | Tesis | S2 MAGISTER MANAJEMEN BENCANA

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Indo-Autralia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng mikro Pasifik-Filipina. Kepulauan Maluku menjadi wilayah rentan bencana karena masuk dalam titik pertemuan lempeng-lempeng utama di Asia Pasifik, hal ini menyebabkan gempa bumi di Kepulauan Maluku. Dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi diperlukan model manajemen bencana berbasis kearifan lokal. Seperti yang terjadi pada masyarakat Negeri Waai Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku yang berhasil memaknai tanda dalam respons kesiapsiagaan bencana gempa yang terjadi pada tanggal 26 September 2019.  Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis kearifan lokal masyarakat Negeri Waai, (2) menganalisis kecerdasan semiotik masyarakat Negeri Waai (3) menganalisis kesiapsiagaan bencana gempa bumi masyarakat Negeri Waai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif, menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya identitas masyarakat Negeri Waai dalam kearifan lokal (kosmologi, epistemologi, dan aksiologi) dalam memaknai seluruh aspek kehidupan termasuk bencana. Integrasi kearifan lokal dalam tanda atau semiotik bencana membentuk kecerdasan semiotik masyarakat Negeri Waai dalam merespons bencana. Berdasarkan kecerdasan semiotik yang dimiliki masyarakat Negeri Waai membantu dalam menghadapi risiko bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Kearifan lokal dan kecerdasan semiotik masyarakat Negeri Waai tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memahami bencana, tetapi juga sebagai dasar yang kuat untuk membangun ketahanan sosial dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan.

 

Indonesia is located at the meeting point of three tectonic plates, namely the Indo-Australian Plate, the Eurasian Plate, and the Pacific-Philippine Microplate. The Maluku Islands are prone to disasters because they are located at the meeting point of the main plates in the Asia-Pacific region, which causes earthquakes in the Maluku Islands. In reducing earthquake disaster risk, a disaster management model based on local wisdom is required. As seen in the community of Negeri Waai, Central Maluku Regency, Maluku Province, which successfully interpreted signs in response to the earthquake disaster that occurred on 26 September 2019. This study aims to (1) analyse the local wisdom of the Waai community, (2) analyse the semiotic intelligence of the Waai community, and (3) analyse the earthquake disaster preparedness of the Waai community. This is a descriptive study using qualitative methods, employing in-depth interviews, observations, and documentation for data collection. The results of this study indicate the identity of the Waai community in local wisdom (cosmology, epistemology, and axiology) in interpreting all aspects of life, including disasters. The integration of local wisdom into signs or semiotics of disasters forms the semiotic intelligence of the Waai community in responding to disasters. The semiotic intelligence possessed by the Waai community helps them face disaster risks and improve their preparedness for disasters. Local wisdom and the semiotic intelligence of the Waai community not only function as tools for understanding disasters but also as a strong foundation for building social resilience and improving preparedness in facing various disaster risks in the future.

Kata Kunci : Kearifan Lokal, Semiotik Bencana, Kecerdasan Semiotik, Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi, Masyarakat Negeri Waai

  1. S2-2025-509701-abstract.pdf  
  2. S2-2025-509701-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-509701-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-509701-title.pdf