Kepemimpinan Otentik dan Kesejahteraan Sosial: Peran Mediasi Be Myself
Raissa Widyasari, Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi
Kesejahteraan sosial merupakan dimensi penting dari kesejahteraan karyawan yang dipengaruhi oleh dukungan sosial dan psikologis di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan otentik terhadap kesejahteraan sosial karyawan dengan mempertimbangkan peran mediasi be myself, yaitu pengalaman individu untuk menjadi dirinya sendiri di tempat kerja. Partisipan penelitian terdiri atas 135 orang karyawan aktif dari berbagai sektor. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Skala Kepemimpinan Otentik, Skala Be Myself, dan Skala Kesejahteraan Sosial yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil analisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan bahwa model mediasi menjelaskan 49,5% varians dalam kesejahteraan sosial. Be myself ditemukan memediasi secara penuh hubungan antara kepemimpinan otentik dan kesejahteraan sosial karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap kajian kepemimpinan dan kesejahteraan karyawan, serta implikasi praktis bagi organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang memfasilitasi kesejahteraan sosial melalui penerapan kepemimpinan otentik dan penyediaan ruang ekspresi diri yang otentik.
Social well-being is an important dimension of employee well-being, influenced by social and psychological support in the workplace. This study aims to examine the effect of authentic leadership on employees' social well-being by considering the mediating role of be myself, which refers to an individual's experience of being their true self at work. The participants in this study consisted of 135 active employees from various sectors. The instruments used in this study were the Authentic Leadership Scale, the Be Myself Scale, and the Social Well-Being Scale, which has been translated into Indonesian. The analysis result using Structural Equation Modeling (SEM) showed that the model explained 49,5% of variance in social well-being. Be myself was found to fully mediate the relationship between authentic leadership and employees’ social well-being. This study provides theoretical contributions to the study on leadership and employees’ social well-being, and also practical implications for organizations in creating a work environment that facilitates social well-being through the implementation of authentic leadership and fostering a climate of authentic self-expression.
Kata Kunci : Kesejahteraan Sosial Karyawan, Kepemimpinan Otentik, Be Myself