Analisis saling tampak (Visibility) menggunakan digital elevation model pada citra aster untuk penentuan lokasi base transeiver station telkom Flexi di kabupaten Bantul
Dini Anggriani, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
2008 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHBTS (Base Transceiver Station) merupakan antena atau pemancar yang menerima dan meneruskan sinyal dari operator telepon seluler ke pelanggannya atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan dan ketelitian citra penginderaan jauh dalam mengidentifikasi parameter kajian BTS, memetakan blankspot area serta memberikan rekomendasi penempatan BTS baru untuk meminimalisir blankspot area dengan melakukan pemodelan spasial potensi fisik daerah dan potensi sosial ekonomi pengguna Telkom Flexi di Kabupaten Bantul. Data primer yang digunakan adalah Citra Aster Level-1B yang telah mengalami koreksi radiometrik sistematis dan koreksi geometrik pada jalur orbitnya yang selanjutnya dilakukan rotasi citra untuk memperoleh utara sebenarnya. Citra ASTER digunakan untuk mengekstraksi data penggunaan lahan dan DEM (Digital Elevation Model). DEM diperoleh dengan mengaplikasikan citra ASTER yang telah stereoskopis dengan memanfaatkan band 3B dan 3N. Data relief dan kemiringan lereng dapat diperoleh dari turunan DEM. Data sekunder yang digunakan adalah data jaringan jalan yang disadap dari peta dasar serta data kepadatan penduduk, tingkat kesejahteraan keluarga dan eksisting BTS yang diperoleh dari instansi terkait. Paramater penggunaan lahan, kepadatan penduduk dan tingkat kesejahteraan keluarga digunakan untuk pemodelan potensi pengguna telepon seluler. Parameter relief, kemiringan lereng dan kedekatan dengan jalan digunakan untuk pemodelan kelayakan fisik BTS. Pendekatan kelayakan fisik lokasi BTS dan potensi pengguna telepon seluler menghasilkan lokasi prioritas BTS. Rekomendasi lokasi BTS diperoleh dari hasil lokasi prioritas BTS yang didukung oleh visibility analysis dari data existing BTS. Hasil penelitian menunjukkan citra ASTER mampu menyadap variabel penentu lokasi BTS meliputi penggunaan lahan dengan ketelitian interpretasi 86,84% dan ketelitian pemetaan 86,05%, relief dan kemiringan lereng hasil turunan DEM dengan RMSE (Root Mean Square Error) 19,64m. Visibility analysis data eksisting BTS Telkom Flexi menunjukkan terdapat 69,13% daerah yang terlayani sinyal dan 30,87% daerah yang tidak terlayani sinyal. Pembangunan dua BTS baru pada lokasi-lokasi rekomendasi yakni Kecamatan Pundong dan Dlingo mampu meminimalisir blankspot area sehingga 85,69% Kabupaten Bantul akan terlayani sinyal dan tinggal 14,31% yang belum terlayani sinyal BTS Telkom Flexi.
-
Kata Kunci : BTS (Base Transceiver Station), blankspot area, visibility,Bantul,DIY