Laporkan Masalah

Apakah Komite Keberlanjutan Memoderasi Hubungan antara Critical Mass dan Kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola? Bukti Empiris di Kawasan ASEAN-5

Evy Nurhayati Sri Hardini, Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust)

2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi

Penelitian ini mengkaji konsep critical mass dan keberadaan komite keberlanjutan terhadap kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) perusahaan. Data penelitian ini diperoleh dari perusahaan yang beroperasi di kawasan ASEAN-5 selama periode 2019 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara critical mass dan kinerja LST. Namun, arah hubungan tersebut berubah ketika variabel komite keberlanjutan dimasukkan ke dalam model: hubungan dengan pilar tata kelola (T) menjadi positif dan signifikan, sementara hubungan antara critical mass dan LST secara keseluruhan, serta pilar lingkungan (L) dan sosial (S), berubah menjadi positif namun tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran komite keberlanjutan sebagai variabel moderasi dalam memperkuat hubungan antara critical mass dan kinerja LST. Selain itu, penelitian ini juga melakukan uji robustness dan analisis tambahan berdasarkan struktur tata kelola perusahaan, yaitu sistem dewan satu tingkat dan dua tingkat. Hasilnya menunjukkan bahwa kesimpulan tetap konsisten dan sejalan dengan analisis awal. Secara teoretis dan praktis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman tentang critical mass dan peran komite keberlanjutan memengaruhi kinerja LST perusahaan. Untuk meningkatkan kinerja LST, pembuat kebijakan diharapkan memberikan dukungan yang kuat terhadap pembentukan komite keberlanjutan.

This study examines critical mass and sustainability committees in relation to companies' environmental, social, and governance (ESG) performance. The data of this study were obtained from companies operating in the ASEAN-5 region during the period 2019 to 2023. The results indicate a negative relationship between critical mass and ESG performance. Nevertheless, the direction of this relationship changes when the sustainability committee variable is included in the model: the relationship with the governance pillar (G) becomes positive and significant, while the relationship between critical mass and overall ESG performance, as well as the environmental (E) and social (S) pillars, becomes positive but not statistically significant. These findings highlight the importance of the sustainability committee as a moderating variable in strengthening the relationship between critical mass and ESG performance. Additionally, this study conducted robustness tests and further analysis based on corporate governance structures, single-tier and two-tier board systems. These findings remain consistent and aligned with the initial analysis. Theoretically and practically, this study contributes to expanding understanding of critical mass and the role of sustainability committees in influencing corporate ESG performance. To improve ESG performance, policymakers are encouraged to provide strong support for the establishment of sustainability committees.

Kata Kunci : Critical Mass, Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST), Komite Keberlanjutan, Sistem Dewan, Wanita dalam Dewan

  1. S2-2025-525879-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525879-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525879-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525879-title.pdf