Laporkan Masalah

Analisis Potensi Pemanfaatan Limbah dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya PT PLN (Persero)

Cendya Quaresvita, Prof. Ir. Chandra Wahyu Purnomo, S.T., M.E., M.Eng., D.Eng., IPM. ; Dr. Ir. Arif Kusumawanto, M.T., IAI, IPU

2025 | Tesis | S2 Magister Teknik Sistem

Permasalahan dalam pengelolaan limbah photovoltaic panel dan baterai pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) semakin relevan dengan semakin meningkatnya target peningkatan PLTS skala utilitas di Indonesia. Limbah dari panel PV dan baterai timbul lebih cepat dari usia teknis akibat kerusakan, degradasi material, maupun faktor alam. Namun, belum terdapat kebijakan khusus maupun sistem operasional yang secara spesifik mengatur pengelolaan limbah pada kondisi end-of-life (EoL). Beberapa PLTS belum memiliki tempat penyimpanan khusus, pencatatan limbah dilakukan secara manual, dan belum ada kebijakan internal terkait prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Hal ini berpotensi menimbulkan penumpukan limbah, peningkatan biaya operasional, dan risiko hukum di masa depan apabila tidak ditangani dengan pendekatan strategis yang tepat.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus PLTS skala utilitas yang tersebar di berbagai lokasi. Data diperoleh dari wawancara, telaah dokumen lingkungan, serta tinjauan kebijakan nasional dan potensi kerja sama dengan pihak ketiga. Proyeksi timbulan limbah diproyeksikan dengan menghitung nilai failure rate PV panel dan baterai. Selanjutnya dilakukan analisis potensi limbah PV dan baterai dengan menggunakan MFA untuk kemungkinan penerapan 3R. Penyusunan strategi pengelolaan limbah PLTS dilakukan dengan mengolah data dan mengkategorikan ke dalam faktor internal (strength dan weakness) dan eksternal (opportunity dan threat) dan dianalisis menggunakan matriks SWOT. Selanjutnya, strategi yang dihasilkan diberi penilaian berdasarkan lima kriteria: keberlanjutan, kesesuaian sistem, kemudahan implementasi, dukungan kelembagaan, dan kesiapan sumber daya. Bobot dan rating digunakan untuk menghitung skor total dan menyusun urutan prioritas strategi.

Timbulan limbah PLTS diproyeksikan mencapai 6.781 ton EoL PV dan 70.346 ton EoL baterai pada 2030. Namun, 80% material dari limbah PV dan baterai dapat dipulihkan khususnya kaca, alumunium, tembaga, timbal, dan silicon. Selanjutnya untuk strategi pengelolaan limbah, hasil prioritisasi tertinggi adalah pemanfaatan dokumen lingkungan sebagai dasar kerjasama pengelolaan limbah B3, diikuti oleh penguatan pencatatan limbah untuk mendukung penerapan EPR dan uji ulang panel PV. Strategi lain yang cukup potensial meliputi pemantauan akumulasi limbah melalui pencatatan manual, penyusunan kebijakan internal 3R, serta penyediaan fasilitas penyimpanan sementara. Strategi yang memerlukan advokasi tingkat nasional, seperti klasifikasi limbah PV, berada pada prioritas rendah karena keterbatasan kewenangan internal PLTS.

Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah PLTS perlu ditangani secara serius dengan pendekatan strategis. Strategi prioritas yang bersifat operasional dan berbasis pada sumber daya yang telah tersedia memiliki peluang lebih besar untuk segera diimplementasikan. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam menyusun kebijakan internal PLTS maupun mendukung pembentukan regulasi nasional yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan limbah energi surya di Indonesia.

The issue of photovoltaic panel and battery waste management in Solar Power Plants is becoming increasingly relevant with the growing target for utility-scale Solar Power Plants development in Indonesia. Waste from PV panels and batteries emerges earlier than their technical lifespan due to damage, material degradation, and natural factors. However, there is currently no specific policy or operational system that regulates end-of-life (EoL) waste management. Some PLTS units lack dedicated storage facilities, waste recording is still done manually, and there is no internal policy regarding the 3R principles (reduce, reuse, recycle). This poses the risk of waste accumulation, increased operational costs, and potential legal consequences in the future if not addressed through the right strategic approach.

This study uses a qualitative approach through case studies of utility-scale Solar Power Plants in various locations. Data were obtained from interviews, reviews of environmental documents, as well as analysis of national policies and potential cooperation with third parties. Waste projections were calculated using the failure rate of PV panels and batteries. Furthermore, a MFA was conducted to assess the potential for 3R implementation. Waste management strategies were formulated by categorizing the findings into internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats), and then analyzed using a SWOT matrix. The resulting strategies were evaluated based on five criteria: sustainability, system compatibility, ease of implementation, institutional support, and resource readiness. Weighting and rating were used to calculate total scores and determine the strategic priorities.

PLTS waste is projected to reach 6,781 tons of EoL PV and 70,346 tons of EoL batteries by 2030. However, 80% of the materials in PV and battery waste—especially glass, aluminum, copper, lead, and silicon—can be recovered. Among the waste management strategies, the top priority is utilizing environmental documents as a legal basis for B3 waste management partnerships, followed by strengthening waste documentation to support EPR implementation and PV panel retesting. Other potential strategies include monitoring waste accumulation through manual recording, formulating internal 3R policies, and providing temporary storage facilities. Strategies requiring national-level advocacy, such as PV waste classification, are considered lower priority due to limited internal authority of the PLTS units.

This study shows that PLTS waste must be taken seriously using a strategic approach. Operational strategies based on existing resources have greater potential for immediate implementation. These findings can serve as a foundation for formulating internal PLTS policies and supporting the development of more comprehensive national regulations on solar energy waste management in Indonesia.

Kata Kunci : PLTS, EOL Panel Surya, EOL Baterai, MFA, Ekonomi Sirkular

  1. S2-2025-524987-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524987-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524987-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524987-title.pdf