Keterkaitan Kontroversi dan Kinerja Keberlanjutan: Apakah Bentuk Hipokrisi Korporasi atau Persistensi Kinerja Keberlanjutan?
Indarti Diah Palupi, Prof. Ainun Na’im, M.B.A., Ph.D., Singgih Wijayana, M.Si., Ph.D., Ratna Nurhayati, M.Com., Ph.D.
2025 | Disertasi | S3 Ilmu Akuntansi
Penelitian ini bertujuan menguji keterkaitan antara kontroversi keberlanjutan dan kinerja keberlanjutan dengan menganalisis pengaruh mediasi penurunan kinerja keuangan dan moderasi faktor institusional. Penelitian ini juga menguji apakah kinerja keberlanjutan sebagai respon terhadap kontroversi keberlanjutan merupakan bentuk hipokrisi korporasi atau bersifat persisten. Pengujian dilakukan terhadap 37.291 data penelitian tahun 2007 hingga 2023 dari 35 negara yang bersumber dari basis data Refinitiv (LSEG). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh langsung kontroversi keberlanjutan terhadap kinerja keberlanjutan, pengaruh mediasi komplementer penurunan kinerja keuangan historis dan mediasi kompetitif penurunan kinerja keuangan sosial, keduanya pada indikator penurunan kinerja keuangan berbasis akuntansi, pertumbuhan, dan pasar. Temuan penelitian juga menunjukkan pengaruh moderasi sistem hukum dan tata kelola yang kuat, budaya yang berkembang, dan tekanan rekan lokal yang kuat dalam meningkatkan pengaruh kontroversi terhadap kinerja keberlanjutan. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa kinerja keberlanjutan sebagai strategi pemulihan dampak kontroversi keberlanjutan bersifat persisten dan tidak mengindikasikan hipokrisi korporasi berdasarkan indikator pengungkapan keberlanjutan. Namun, indikasi hipokrisi terdokumentasikan dari berulangnya kontroversi pada dua tahun setelah upaya pemulihan. Tindakan kontroversi tersebut cenderung ditutupi oleh kinerja keberlanjutan yang persisten. Penelitian ini berkontribusi dalam mengembangkan literatur keberlanjutan, kinerja keuangan, faktor institusional, dan hipokrisi korporasi. Penelitian ini juga menyediakan informasi keberlanjutan yang membantu investor dalam keputusan investasi, memberikan masukan bagi regulator dan penyusun standar untuk mendorong praktik keberlanjutan, dan meminimalisir kontroversi keberlanjutan serta hipokrisi korporasi melalui penetapan aturan, pengembangan standar, dan penegakannya.
This study examines the relationship between sustainability controversies and sustainability performance by analyzing the mediation effect of financial performance decline and the moderation effect of institutional factors. This study also examines whether sustainability performance in response to sustainability controversies indicates hypocrisy or persistence. The test was conducted using 37,291 data from 2007 to 2023, with a sample of 35 countries from the Refinitiv (LSEG) database. The results show a direct effect of controversies on sustainability performance, a complementary mediation effect of a decline in historical financial performance, and a competitive mediation effect of a decline in social financial performance on accounting-based, growth-based, and market-based financial performance indicators. The results also show the moderating effects of the strong legal system and governance, developing culture, and strong local peer pressure in strengthening the impact of controversies on sustainability performance. This study also demonstrates that sustainability performance, as a recovery strategy from the negative effects of sustainability controversies, is persistent and does not indicate corporate hypocrisy based on disclosure indicators. However, the hypocrisy is documented in the recurrence of controversies two years after the recovery, but they tend to be masked by persistent sustainability performance. This study contributes to the development of the literature on sustainability, financial performance, institutional factors, and corporate hypocrisy. This study provides input for regulators and standard setters to encourage sustainability practices and minimize sustainability controversies and corporate hypocrisy through rule-setting, standard development, and enforcement.
Kata Kunci : kinerja ESG, kinerja keberlanjutan, kontroversi ESG, kontroversi keberlanjutan, kinerja keuangan, faktor institusional, hipokrisi korporasi