FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADAPTASI DAN STRATEGI PETANI TAMBAK DALAM MEGHADAPI BENCANA BANJIR DI DAS BENGAWAN NJERO LAMONGAN
Hengky Setiawan, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P. ; Prof. Dr. rer.nat. Djati Mardiatno., S.Si., M.Si.
2025 | Tesis | S2 Geografi
Kabupaten Lamongan merupakan salah satu kabupaten di Jawa
Timur yang memiliki potensi perikanan tambak terbesar. Hal ini dikarenakan
kabupaten Lamongan memiliki letak yang strategis untuk budidaya perikanan
tambak. Lahan untuk budidaya perikanan di kabupaten Lamongan yang masih luas
dan juga didukung oleh letak kabupaten lamongan yang dilalui oleh sungai
bengawan solo dan juga dekat dengan pesisir yang membuat masyarakat
memanfaatkan untuk pertanian tambak. Dengan potensi yang ada dikabupaten
Lamongan yang dilalui oleh sungai Bengawan Solo membawa dampak negatif yaitu
salah satunya potensi tejadinya bencana Alam. Banjir merupakan masalah sosial
yang masih sering terjadi di kawasan sungai Bengawan Njero. Akan tetapi
masyarakat sekitar sungai Bengawan Njero terutama petani tambak yang terkena
dampak secara langsung akan tetapi petani tambak di kabupaten Lamongan harus
bisa beradaptasi dan melakukan mitigasi terhadap banjit yang terjadi. Oleh
karena itu adaptasi dan strategi mitigasi tercipta karena tidak adanya lagi
pilihan selain bertahan dan menyesuaikan diri. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode campuran yaitu metode deskriptif kualitatif dan
kuantitaf dengan menggunakan Survey. Survey lapangan dilakukan di 5 kecamatan
yang menjadi lokasi terdampak dari luapan sungai Bengawan Njero di Kabupaten
Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan Adaptasi dan strategi petani tambak
dalam menghadapi Bencana Banjir di DAS Bengawan Njero Lamongan beragam mulai
dari melakukan rotasi pergantian budidaya ikan, budidaya ikan sesuai dengan
kebiasaan tidak bergantung pada musim, Memperhatian waktu dalam penebaran
bibit, melakukan pengelompokkan ikan bedasarkan ukuran, memilih bibit ikan yang
berkualitas, memperbaiki tanggul tambak setiap saat, memberikan pupuk pada saat
terjadi banjir, memperhatikan musim pada saat panen dan mempercepat panen ikan
pada saat bencana akan terjadi. Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap mitigasi dan strategi adapatasi dalam menghadapi bencana yaitu usia,
pendidikan, lama tinggal, pemanfaatan teknologi, penggalaman menjadi petani,
pendapatan dan luas lahan, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh yaitu jenis
kelamin, kelompok tani dan status kepemilikan lahan.
Lamongan Regency is one of the regencies in East Java that has the largest potential for pond fisheries. This is because Lamongan Regency has a strategic location for pond fisheries cultivation. Land for fisheries cultivation in Lamongan Regency is still extensive and is also supported by the location of Lamongan Regency which is traversed by the Bengawan Solo River and is also close to the coast which makes the community utilize it for pond farming. With the potential that exists in Lamongan Regency which is traversed by the Bengawan Solo River, it has a negative impact, one of which is the potential for natural disasters. Flooding is a social problem that still frequently occurs in the Bengawan Njero River area. However, the community around the Bengawan Njero River, especially pond farmers who are directly affected, but pond farmers in Lamongan Regency must be able to adapt and mitigate the flooding that occurs. Therefore, adaptation and mitigation strategies were created because there was no other choice but to survive and adapt. The method used in this study was a mixed method, namely qualitative and quantitative descriptive methods using a survey. Field surveys were conducted in 5 sub-districts that were affected by the overflow of the Bengawan Njero River in Lamongan Regency. The results of the study showed that the adaptation and strategies of fish farmers in facing the Flood Disaster in the Bengawan Njero Lamongan Watershed varied, ranging from rotating fish farming, fish farming according to habits that do not depend on the season, paying attention to the time of seed distribution, grouping fish based on size, choosing quality fish seeds, repairing pond embankments at all times, providing fertilizer during floods, paying attention to the season when harvesting and accelerating fish harvesting when a disaster is about to occur. Meanwhile, factors that influence mitigation and adaptation strategies in facing disasters are age, education, length of residence, use of technology, experience as a farmer, income and land area, while factors that do not influence are gender, farmer groups and land ownership status.
Kata Kunci : Mitigasi, Adaptasi, Bencana