Laporkan Masalah

Kajian berbagai model struktur keruangan kota di daerah perkotaan Yogyakarta

Candra Sari Laily Ni'mah, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.

2008 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Peta struktur keruangan kota menyajikan agihan zona-zona yang membentuk daerah perkotaan, sehingga dapat dianalisis fungsi-fungsi keruangan yang menyusun suatu daerah perkotaan. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui kemampuan Citra Quickbird pan-sharpened dalam menyadap data penggunaan lahan yang digunakan sebagai sumber data pemodelan struktur keruangan kota dengan metode dominasi penggunaan lahan, metode grid, dan metode tingkat pengaruh; 2) mengkaji karakteristik persamaan dan perbedaan hasil dari ketiga pemodelan struktur keruangan kota di Daerah Perkotaan Yogyakarta. Struktur keruangan kota yang dikaji menggunakan pendekatan: 1) metode dominasi penggunaan lahan yang menganalisis tingkat dominasi (lebih dari 80%) penggunaan lahan dalam unit blok jaringan jalan (hingga jalan setapak); 2) metode grid yang menganalisis data sosial ekonomi yang diwakilkan oleh data mata pencaharian dengan data penggunaan lahan per unit grid; 3) metode tingkat pengaruh yang menggunakan variabel tingkat aksesibilitas dan penggunaan lahan menggunakan pengharkatan berjenjang tertimbang. Hasil pemetaan tersebut akan dikaji untuk diketahui perbedaan dan persamaan pada peta struktur keruangan kota yang dihasilkan. Penelitian ini mendapatkan hasil tingkat ketelitian interpretasi penggunaan lahan mencapai 91,616%. Perbedaan agihan zona struktur keruangan kota dari ketiga metode dominasi penggunaan lahan, grid, dan tingkat pengaruh disebabkan karena perbedaan pendekatan yang digunakan. Namun dari ketiga peta struktur keruangan kota, ada wilayah yang memiliki agihan zona yang sama, yakni pada wilayah dengan karakteristik: 1) zona inti kota: pada wilayah dengan konsentrasi perdagangan dan jasa yang memiliki tingkat aksesibilitas baik dan kondisi sosial ekonomi perkotaan yang dominan; 2) zona selaput inti kota: pada wilayah dengan karakteristik tingkat aksesibilitas sedang hingga tinggi dan tidak ada konsentrasi lahan pertanian; dan 3) zona tepi selaput inti kota: terletak pada wilayah yang masih memiliki karakteristik daerah perdesaan.

-

Kata Kunci : Citra Quickbird, Penggunaan Lahan, Daerah Perkotaan, Struktur Keruangan Kota,KOta Yogyakarta,DIY

  1. S1-2008-171642-Abstract.pdf  
  2. S1-2008-171642-Bibliography.pdf  
  3. S1-2008-171642-TableofContent.pdf  
  4. S1-2008-171642-Title.pdf