Laporkan Masalah

Identifikasi kontinuitas aliran sungai menggunakan citra aster dan landsat ETM+ di DAS Garang Semarang

Carolina Pramudita Anindyajati, Sigit Heru Murti B.S., S.Si., M.Si.

2008 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kontinyuitas aliran sungai dengan cara menentukan parameter fisik lahan dari hasil interpretasi citra penginderaan jauh, serta mempertimbangkan imbangan air dalam DAS sepanjang tahun. Lokasi penelitian berada di DAS Garang Semarang, Jawa Tengah. Citra yang digunakan ada dua macam yaitu citra Landsat ETM + dengan tanggal perekaman 1 Mei 2002 dan citra Aster perekaman 17 September 2006 untuk melakukan estimasi koefisien aliran menggunakan metode Cook pada musim hujan dan kemarau. Data pendukung lain yang digunakan untuk menghitung volume input dan output air di DAS Garang antara lain data meteorologi, data jumlah penduduk, jumlah hotel, dan jumlah industri, data debit dan lokasi mata air, dan data penggunaan air tanah oleh industri. Metode yang digunakan adalah interpretasi citra Landsat dan Aster untuk mendapatkan informasi parameter fisik lahan, seperti kerapatan vegetasi, timbunan air permukaan, dan laju infiltrasi, sedangkan informasi kemiringan lereng diperoleh melalui pengolahan citra SRTM. Nilai koefisien aliran diperoleh melalui hasil overlay parameter fisik lahan tersebut. Data curah hujan digunakan untuk memperoleh volume input sepanjang tahun, sedangkan volume outputnya diperoleh dari volume kebutuhan air oleh penduduk dan data debit mata air. Volume input yang dikurangkan dengan volume output menghasilkan neraca air sepanjang tahun, yang kemudian digunakan untuk menentukan kontinyuitas aliran sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Landsat dan Aster cukup baik untuk interpretasi bentuklahan dengan ketelitian 80,76%, penutup lahan 84,61%, dan infiltrasi tanah 83,33%, sedangkan interpretasi kemiringan lereng menggunakan SRTM menghasilkan ketelitian sebesar 83,33%. Selain itu estimasi koefisien aliran dengan metode Cook memiliki ketelitian lebih dari 90%. Neraca air di DAS Garang bernilai surplus pada musim hujan namun mengalami defisit di musim kemarau pada ketiga sub dasnya. Sungai utama pada tiap sub DAS mengalir sepanjang tahun dari mata air dan rembesan, sedangkan sungai sungai di bagian hulu yang tidak memiliki aliran dasar bertipe efemeral.

-

Kata Kunci : Koefisien aliran, neraca air, aliran dasar,Semarang,Jawa tengah

  1. S1-2008-167487-Abstract.pdf  
  2. S1-2008-167487-Bibliography.pdf  
  3. S1-2008-167487-TableofContent.pdf  
  4. S1-2008-167487-Title.pdf