Laporkan Masalah

Analisis Pemberdayaan Ekonomi Islamic Social Finance (ISF) Sebagai Upaya Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 1 (Studi Kasus Baitul Mal Aceh)

Siti Adawiyah, Slamet Sugiri, Prof., Dr., MBA. ; Aprilia Beta Suandi, Dr. S.E., M.Ec.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Baitul Mal Aceh (BMA) dan mitra kolaboratif dalam pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi berbasis Islamic Social Finance (ISF) sebagai upaya pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 1, sekaligus mengeksplorasi strategi pengungkapan informasi yang dilakukan BMA sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi serta sarana memperkuat kemitraan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 13 narasumber, sementara data sekunder berupa laporan tahunan, laporan kinerja, serta informasi yang dipublikasikan melalui media sosial BMA, ditambah observasi langsung ke BUMG dan mustahik. Hasil penelitian mengidentifikasi 34 kode yang kemudian dikelompokkan menjadi empat tema utama, yaitu masalah sosial, proses kolaborasi, strategi solusi inovatif, dan pengungkapan informasi. Program pemberdayaan ekonomi BMA ditemukan sebagai inovasi sosial untuk mengatasi kemiskinan dengan sasaran utama masyarakat miskin (mustahik) di bawah batas had kifayah. BMA berperan sebagai inisiator, penyedia dana, sekaligus penentu arah program, sedangkan mitra seperti DPMG, Yahijau, dan BPVP berperan sebagai pendamping teknis, fasilitator layanan dasar, serta pelatih keterampilan. Keempat aktor tersebut menjalankan kolaborasi yang saling melengkapi guna memastikan keberhasilan pemberdayaan berkelanjutan. Pengungkapan informasi oleh BMA tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga menjadi bentuk akuntabilitas kepada muzaki atas alokasi dana yang dikelola. Penelitian ini juga menemukan keterbatasan terkait sumber daya manusia, mekanisme pendampingan, serta pengelolaan informasi, sehingga disarankan agar BMA memperkuat sistem pendampingan yang lebih adaptif dan meningkatkan kualitas pengungkapan informasi.

This study analyzes the role of Baitul Mal Aceh (BMA) and its collaborative partners in implementing Islamic Social Finance (ISF)-based economic empowerment programs to support the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 1. It also analyzes BMA’s information disclosure practices as a form of accountability and transparency in program implementation, as well as a means to strengthen partnerships. Using a qualitative case study approach, the research collected data through semi-structured interviews with 13 informants, secondary sources such as annual and performance reports, and direct observations of BUMG and mustahiq. The findings reveal four major themes: social issues, collaboration processes, innovative solution strategies, and information disclosure. BMA plays a central role as initiator, funder, and program designer, while partners including DPMG, Yahijau, and BPVP act as technical advisors, service facilitators, and vocational trainers. This collaboration represents a social innovation aimed at addressing poverty among mustahiq communities living below the had kifayah threshold. Information disclosure by BMA not only fulfills administrative requirements but also serves as accountability to muzaki, justifying fund allocation and building trust with partners. Despite these achievements, challenges remain, particularly related to funding, human resources, and information management. The study suggests that BMA needs to enhance its mentoring and distribution systems to be more adaptive to mustahiq needs and to strengthen the effectiveness of its information disclosure.

Kata Kunci : Keuangan Sosial Islam, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Kemiskinan, Zakat, Infak, Baitul Mal Aceh, Kolaborasi, Inovasi sosial.

  1. S2-2025-524915-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524915-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524915-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524915-title.pdf