Adopsi Informasi Bank BPD DIY Atas Information Disclosure Bank Sentral
Fitri Susiani, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si; Safirotu Khoir,Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media
Sebagai bank sentral Republik Indonesia, Bank Indonesia memenuhi kewajiban transparansi dalam berbagai lini, yang salah satunya dengan praktik pengungkapan informasi atau information disclosure. Semua lembaga keuangan dan perbankan di Indonesia diharapkan dapat memperoleh manfaat dari information disclosure Bank Indonesia, sehingga implementasi informasi dapat dilakukan dengan lebih mudah. Namun demikian belum diketahui sejauh mana lembaga perbankan di daerah, seperti Bank Pembangunan Daerah (BPD), memiliki kemampuan untuk mengadopsi informasi yang diungkapkan oleh Bank Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana praktik adopsi informasi oleh Bank BPD atas informasi yang diungkapkan oleh Bank Indonesia beserta faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi informasi tersebut.
Penelitian ini dilakukan di Bank BPD DIY di wilayah DIY. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan model interaktif dan validasi data dilakukan dengan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) information disclosure Bank Indonesia dilakukan melalui tiga saluran yaitu public disclosure, private disclosure, dan regulatory disclosure. (2) Hasil analisis supply dan demand menunjukkan sebagian besar adopsi informasi dilakukan Bank BPD DIY atas information disclosure Bank Indonesia. (3) Adopsi informasi Bank BPD DIY dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor adopsi informasi yaitu kebutuhan informasi, sikap terhadap informasi, kualitas informasi, kredibilitas informasi, dan kebermanfaatan informasi. Dalam praktik adopsi informasi Bank BPD DIY, terdapat kendala dalam pemahaman interpretasi informasi yang diungkapkan Bank Indonesia, dan pengelolaan informasi yang secara desentralisasi. Pembentukan unit Knowledge Management dan/atau semacam Corporate University dapat menjadi solusi yang dapat dipertimbangkan.
As the central bank of the Republic of Indonesia, Bank Indonesia complies with its transparency obligations in various areas, one of which is information disclosure practice. All financial and banking institutions in Indonesia are expected to benefit from Bank Indonesia's information disclosure, so that the implementation of information disclosure can be carried out more easily. However, it is not yet known to what extent regional banking institutions, such as Bank Pembangunan Daerah (BPD), have the ability to adopt the information disclosed by Bank Indonesia. This study aims to describe how Bank BPD adopts the information disclosed by Bank Indonesia and the factors that influence its adoption.
This study was conducted at Bank BPD DIY in the region of DIY. This is a descriptive qualitative study with data collection techniques of in-depth interviews and document analysis. Data analysis was conducted using an interactive model, and data validation was performed through triangulation.
The results of the study indicate that (1) Bank Indonesia's information disclosure is carried out through three channels, namely public disclosure, private disclosure, and regulatory disclosure. (2) The results of the supply and demand analysis shows that Bank BPD DIY adopts mostly from Bank Indonesia's information disclosure. (3) The adoption of Bank BPD DIY information is carried out by considering the factors of information adoption, namely information needs, attitudes toward information, information quality, information credibility, and information usefulness. In practice of information adoption by Bank BPD DIY, there are challenge in understanding interpretation information disclosed by Bank Indonesia, and decentralized information management in Bank BPD DIY. The establishment of a Knowledge Management unit and/or Corporate University of some kind could be a solution to consider.
Kata Kunci : information disclosure, information adoption, information adoption factors, central bank, regional bank