Laporkan Masalah

Evaluasi kesesuaian medan untuk permukiman di daerah aliran sungai (DAS) Kayangan kabupaten Kulonprogo DIY

Baroro Mahardini Muis, Djaka Marwasta, S.Si., M.Si.

2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI MANUSIA

Pembangunan permukiman pada kawasan lindung yang rawan longsor dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan memberikan resiko bencana bagi penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian medar untuk permukiman dan arahan pengembangan permukiman di DAS Kayangan yang meliputi evaluasi permukiman terbangun dan arahan pengembangan permukiman berdasarkan ketersediaan medan yang riil. Kelas kesesuaian medan didapat dengan metode Matching yaitu penilaian setiap parameter pada satuan medan yang kemudian dicocokkan dengan kriteria kelas kesesuaian medan untuk permukiman. Metode yang digunakan untuk penentuan kelas kesesuaian medan adalah Arithmatic Matching dimana penentuan kelas didasarkan pada nilai yang paling dominan (paling sering muncul). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling dengan satuan medan sebagai stratanya. Metode Skoring pada penelitian ini digunakan untuk menilai kerawanan bahaya longsor. Hasil penelitian dibagi dalam lima kelas kesesuaian medan untuk permukiman. Kelas sangat sesuai (S1) banyak terdapat di bentuklahan dataran alluvial dengan luas 553,80 Ha (16,15 %), kelas cukup sesuai (S2) banyak terdapat pada bentuklahan dataran bergelombang denudasional dan sebagian besar perbukitan denudasional dengan iuas 1464,06 (42.69%), kelas sesuai marginal banyak terdapat pada perbukitan denudasional dengan luas 854,94 Ha (24,93 %). Satuan medan yang kurang tidak sesuai dikembangkan untuk permukiman saat ini (NI) akan tetapi masih memungkinkan untuk diatasi seluas 464,24 ?? (13,54%) banyak ditemukan pada bagian tengah DAS Kayangan. Kelas yang terakhir adalah satuan medan yang tidak sesuai dan tidak disarankan untuk dikembangkan permukiman yaitu satuan medan dengan kelas N2 seluas 92,68 Ha (2,7%). Secara umum faktor pembatas yang ada adalah sifat kembang kerut tanah yang tersebar merata di setiap bagian DAS. Ketersediaan air bersih, kemiringan lereng dan bahaya longsor menjadi faktor pembatas yang banyak dijumpai pada bentuklahan perbukitan denudasional. Berdasarkan ketersedian medan yang riil, Arahan I terdapat pada dataran alluvial dengan luas 248,364 Ha (7.23%), Arahan II terdapat pada dataran bergelombang formasi Sentolo dan lereng kaki koluvial seluas 184,949 (5,4%) dan Arahan III terdapat pada perbukiian denudasional seluas 2996,405 (87,37%).

-

Kata Kunci : evaluasi, kesesuaian medan, satuan medan, permukiman,Kulonprogo,DIY

  1. S1-2008-180983-Abstract.pdf  
  2. S1-2008-180983-Bibliography.pdf  
  3. S1-2008-180983-TableofContent.pdf  
  4. S1-2008-180983-Title.pdf