Laporkan Masalah

Analisis Kesiapan Penerapan Interpretasi StandarAkuntansi Keuangan 335 (ISAK 335) Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Rina Rosady, Singgih Wijayana, S.E., M.Si., Ph.D.

2025 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Latar Belakang: Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) merupakan unit khusus dalam Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang memiliki kewenangan untuk mengelola keuangan secara mandiri, termasuk dalam hal investasi bagi pengembangan organisasi. Dalam konteks tersebut, penyusunan laporan keuangan tersendiri menjadi penting sebagai bentuk pertanggungjawaban manajerial (stewardship) sekaligus untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pemangku kepentingan eksternal (valuation) termasuk calon investor. Oleh karena itu, laporan keuangan harus disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum, khususnya ISAK 335 tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba. Dalam hal ini, analisis kesiapan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan ISAK 335, khususnya pada Paragraf Interpretasi, dan  faktor pendorong yang memengaruhi kesiapan tersebut, menjadi hal yang penting untuk dilakukan agar laporan keuangan dapat disusun secara andal, relevan, dan dapat dibandingkan. Metode: deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada empat partisipan yang terlibat langsung dalam penyusunan laporan keuangan RSA UGM, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen keuangan dan regulasi terkait. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif, dilengkapi dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong meliputi tekanan regulasi eksternal dan internal  mempengaruhi kesiapan penerapan ISAK 335 di RSA UGM. Namun, kesiapan penerapan masih bersifat parsial, dengan fokus pada penyusunan Laporan Aktivitas (Laporan Pengahasilan Komprehensif), Arus Kas, dan  Posisi Keuangan, sementara beberapa komponen lain seperti Laporan Perubahan Aset Neto dan Catatan Atas Laporan Keuangan masih memerlukan penguatan pada aspek data yang dipengaruhi oleh sistem informasi yang mampu menyediakan data keuangan, khususnya database aset dan depresiasi secara akurat dan tepat waktu. Hal ini menjadi penting untuk memenuhi karakteristik kualitatif informasi akuntansi akuntansi yang relevan dan faithful representation sesuai dengan kerangka konseptual. Kesimpulan: bahwa RSA UGM telah menunjukkan komitmen awal dalam penerapan ISAK 335, namun masih perlu penguatan regulasi internal dan pengembangan sistem informasi terintegrasi. Kesiapan ini juga harus memastikan pencatatan, pengukuran, dan penyajian informasi keuangan dilakukan dengan benar agar laporan keuangan dapat mendukung pengambilan keputusan manajemen dan pihak terkait lainnya, termasuk investor.

Background: Universitas Gadjah Mada Academic Hospital (RSA UGM) is a special unit within a State University with Legal Entity (PTN-BH) status, authorized to manage its finances independently, including investments for organizational development. In this context, the preparation of separate financial statements is essential as a form of managerial accountability (stewardship) and to meet the information needs of external stakeholders (valuation), including potential investors. Therefore, financial statements must comply with generally accepted accounting standards, particularly ISAK 335 on the Presentation of Financial Statements for Non-Profit Entities. Assessing the hospital’s readiness to prepare financial statements in accordance with ISAK 335, especially the Interpretative Paragraphs, and identifying the driving factors influencing this readiness are crucial to ensure that the financial reports produced are reliable, relevant, and comparable.
Method: A descriptive qualitative approach with a case study design was employed. Primary data were collected through in-depth interviews with four participants directly involved in the preparation of RSA UGM’s financial reports, while secondary data were obtained from financial documents and relevant regulations. Data analysis followed an interactive process of data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation of sources and methods. Results: The findings reveal that both external and internal regulatory pressures serve as driving factors influencing the readiness for ISAK 335 implementation at RSA UGM. However, the level of readiness remains partial, with efforts primarily focused on preparing the Statement of Activities (Comprehensive Income Statement), Statement of Cash Flows, and Statement of Financial Position. Other components, such as the Statement of Changes in Net Assets and Notes to the Financial Statements, still require improvements, particularly in data availability supported by an information system capable of providing accurate and timely financial data, especially asset and depreciation databases. This is necessary to meet the qualitative characteristics of accounting information, including relevance and faithful representation, in line with the accounting conceptual framework. Conclusion: RSA UGM has demonstrated an initial commitment to implementing ISAK 335. However, further efforts are needed to strengthen internal regulations and develop an integrated information system. Ensuring proper recording, measurement, and presentation of financial information is essential so that the financial statements can effectively support decision-making by management and other stakeholders, including potential investors.

Kata Kunci : ISAK 335, non-profit financial statements, academic hospitals, regulations, implementation readiness

  1. S2-2025-526091-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526091-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526091-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526091-title.pdf