Laporkan Masalah

Pengembangan Model Promosi Kesehatan gigi dan Mulut melalui Program Edukasi Murid Sekolah Dasar (Premolar) dan Dampaknya terhadap Penurunan Indeks Plak pada Anak

Ana Riolina, Prof. dr. Retno Sutomo, Sp.A(K)., Ph.D ; Sri Hartini, S.Kep, Ns., M.Kes., Ph.D ; Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA

2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar belakang: Plak gigi merupakan masalah utama kesehatan mulut anak yang berdampak pada kualitas hidup. Keterbatasan program kesehatan gigi sekolah mendorong kebutuhan inovasi media edukasi. 

Tujuan: Mengembangkan dan menguji efektivitas model promosi kesehatan gigi dan mulut berbasis website (Premolar) untuk menurunkan indeks plak siswa sekolah dasar (SD).

Metode penelitian: Penelitian dengan desain exploratory sequential mixed-methods: analisis kebutuhan, pengembangan model, intervensi dan evaluasi. Tahap pertama meliputi wawancara terpisah dengan dinas kesehatan (n=2) dan kepala SD (n=2), serta focus group discussion bersama guru (n=13). Tahap kedua mencakup pengembangan materi dan website, yang diuji secara konten oleh ahli (n=3) dan usabilitasnya oleh siswa (n=20). Tahap ke-3 melibatkan siswa kelas 3-5 (n intervensi=60; n kontrol=60). Intervensi diberikan 5 kali dalam satu minggu, berlangsung selama 6 minggu dengan durasi 10 menit/sesi. Data diambil pada 3 waktu: sebelum intervensi, setelah intervensi, dan 6 minggu setelah posttest dengan Index Plaque Record O’Leary dan indikator perilaku. Analisis data menggunakan thematic analysis (kualitatif) serta independent t-test, paired t-test, dan analisis jalur (kuantitatif) dengan integrasi desain, metode, dan interpretasi.

Hasil: Terdapat 5 tema yang menjadi dasar Premolar: promosi kesehatan (promkes) yang ada, konsep Premolar, program promkes sekolah, pengelola usaha kesehatan sekolah, serta faktor pendukung dan penghambat. Premolar valid (V-Aiken>0,8), efisien (skor=74), dan memuaskan dalam desain (78) serta pengalaman pengguna (75). Indeks plak kelompok intervensi menurun signifikan dari 71,8 menjadi 55,6 (p=0,000), lalu menurun 57,6; (p=0,515). Sebaliknya, kelompok kontrol mengalami penurunan dari 73,9 ke 41,90 (p=0,001), kemudian 53,07 (p=0,002). Premolar berkontribusi signifikan terhadap penurunan indeks plak (p=0,000; koefisien jalur=-0,713), lebih kuat dibandingkan usia dan kelas.

Kesimpulan: Premolar efektif menurunkan dan mempertahankan indeks plak siswa SD dalam jangka pendek. Premolar tetap menunjukkan potensi sebagai media edukasi digital yang efektif, terutama jika disertai strategi berkelanjutan


Background: Dental plaque is a major oral health issue in children, affecting their quality of life. Limited school dental health programs highlight the need for innovative educational media.

Objective: To develop and test the effectiveness of a web-based oral health promotion model (Premolar) to reduce plaque index among elementary school students.

Methods: This exploratory sequential mixed-methods study included three stages: needs assessment, model development, and intervention with evaluation. Stage one involved interviews with health office staff (n=2), school principals (n=2), and a focus group discussion with teachers (n=13). Stage two included developing educational materials and a website, with content validated by experts (n=3) and usability tested by students (n=20). Stage three involved students in grades 3–5 (intervention=60; control=60). The intervention was delivered five times over six weeks (10 minutes/session). Data were collected at three points: before, after, and six weeks post-intervention using O’Leary Plaque Index and behavior indicators. Data analysis used thematic analysis, t-tests, and path analysis with integration across design, methods, and interpretation.

Results: Five themes informed the Premolar model: existing health promotion, Premolar concept, school programs, health unit management, and supporting or inhibiting factors. Premolar was valid (Aiken’s V > 0.8), efficient (score=74), and rated well in design (78) and user experience (75). The intervention group’s plaque index dropped from 71.8 to 55.6 (p=0.000), then slightly rose to 57.6 (p=0.515). The control group showed a steady decline from 73.9 to 61.9 (p=0.001), then 53.7 (p=0.002). Premolar had a significant impact on plaque reduction (p=0.000; path coefficient = -0.713), stronger than age or grade.

Conclusion: Premolar effectively reduced and maintained plaque index in the short term. Despite greater reduction in the control group. Premolar remains a promising digital education tool.


Kata Kunci : Anak sekolah dasar, Plak gigi, Kesehatan gigi dan mulut, Promosi kesehatan, Media edukasi digital.

  1. S3-2025-435349-abstract.pdf  
  2. S3-2025-435349-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-435349-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-435349-title.pdf