ANALISIS MIGRASI MASUK RISEN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BERDASARKAN SENSUS PENDUDUK LONGFORM TAHUN 2020
Jasmine Aulia Salsabila, Dr. Raden Rara Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Migrasi merupakan salah satu komponen penting dalam dinamika kependudukan yang memengaruhi perubahan demografis suatu wilayah. Penelitian ini memfokuskan pada migrasi risen di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu perpindahan penduduk yang tempat tinggalnya saat sensus berbeda dengan tempat tinggal lima tahun sebelumnya. DIY dikenal sebagai pusat pendidikan, budaya, dan pariwisata, sehingga menarik migran dari berbagai daerah, baik internal provinsi maupun dari luar Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi arus migrasi risen serta karakteristik migran risen DIY berdasarkan sensus penduduk longform tahun 2020.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Sensus Penduduk Longform tahun 2020 yang dipublikasikan oleh BPS. Data migran diseleksi melalui proses cleaning untuk memastikan hanya penduduk yang memenuhi definisi migrasi risen yang dianalisis. Variabel yang digunakan meliputi asal daerah, umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan terakhir, alasan utama pindah, kegiatan seminggu terakhir, lapangan pekerjaan utama, dan status kedudukan dalam pekerjaan. Analisis data dilakukan menggunakan tabulasi tunggal dan silang untuk menggambarkan arus migrasi serta karakteristik migran risen di DIY.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus migrasi risen ke DIY didominasi oleh migran dari provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Migran mayoritas berada pada usia produktif 15–34 tahun, berstatus belum kawin, dan memiliki pendidikan menengah hingga tinggi sedangkan jumlah migran laki-laki dan perempuan tidak memiliki jumlah yang berbeda jauh. Alasan utama migrasi adalah mengikuti keluarga (39%), pendidikan (25,4%), dan pekerjaan (21%). Sebanyak 41% migran bekerja, dengan dominasi di sektor jasa. Secara keseluruhan, migrasi risen di DIY mencerminkan daya tarik provinsi ini sebagai pusat pendidikan, budaya, ekonomi, dan pariwisata.
Migration is one of the key components in population dynamics that influences demographic changes in a region. This study focuses on risen migration in the Special Region of Yogyakarta (DIY), defined as the movement of residents whose place of residence at the time of the census differs from their residence five years earlier. DIY is known as a center of education, culture, and tourism, making it an attractive destination for migrants from various regions, both within the province and from outside Java. The aim of this study is to identify risen migration flows and the characteristics of risen migrants in DIY based on the 2020 Population Census Longform.
The research employed a quantitative descriptive analysis using secondary data from the 2020 Population Census Longform published by Statistics Indonesia (BPS). Migrant data were filtered through a data-cleaning process to ensure that only individuals meeting the definition of risen migration were included in the analysis. The variables examined include place of origin, age, sex, marital status, highest level of education, primary reason for moving, activity during the past week, main field of employment, and employment status. Data were analyzed using single and cross-tabulation techniques to describe migration flows and migrant characteristics in DIY.
The results show that risen migration flows into DIY are dominated by migrants from provinces on Java and Bali.. Most migrants are in the productive age group of 20–34 years, not married, and possess at least a secondary to tertiary education level, while the proportion of male and female migrants is relatively balanced. The main reasons for migration are family reunification (39%), education (25,4%), and employment (21%). Approximately 45.8% of migrants are employed, with the majority working in services sector. Overall, risen migration in DIY reflects the province’s appeal as a hub for education, culture, economy, and tourism.
Kata Kunci : migrasi risen, arus migrasi, karakteristik migran, Sensus Penduduk Longform 2020, Daerah Istimewa Yogyakarta.