Peran Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan terhadap Kelekatan Tidak Aman dalam Hubungan Romantis pada Dewasa Awal
Alya Hasyabila, Dr. Arum Febriani S.Psi., M.A.
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Masa dewasa awal merupakan fase individu dalam membangun hubungan romantis yang intim dan stabil. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah pola kelekatan tidak aman, yang terbentuk sejak pengasuhan masa anak-anak dengan dua dimensi, yaitu cemas dan menghindar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keterlibatan ayah sebagai salah satu figur pengasuh terhadap kelekatan tidak aman dalam hubungan romantis pada dewasa awal. Partisipan terdiri dari 221 individu dewasa awal berusia 18–30 tahun yang pernah diasuh oleh ayah dan memiliki pengalaman menjalin hubungan romantis. Data dikumpulkan menggunakan skala keterlibatan ayah (IFI) dan skala kelekatan tidak aman dalam hubungan romantis (ECR-R). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki peran negatif terhadap dimensi cemas dan menghindar pada kelekatan tidak aman dalam hubungan romantis. Penelitian ini memiliki implikasi dalam pengembangan ilmu psikologi, dasar bagi intervensi pengasuhan yang responsif, dan mendorong peran ayah dalam pengasuhan anak sejak dini.
Early adulthood is a phase in which individuals build intimate and stable romantic relationships. One of the factors that influences is the insecure attachment pattern, that has formed since childhood caregiving with two dimensions, anxious and avoidant. This study aims to determine the role of father involvement as one of the caregiver figures on insecure attachment in romantic relationships in early adulthood. Participants consisted of 221 early adults aged 18–30 years who had been cared by father and had experience in romantic relationships. Data were collected using the father involvement scale (IFI) and the insecure attachment scale in romantic relationships (ECR-R). The results of simple regression analysis showed that father involvement had a negative effect on anxious and avoidant dimensions of insecure attachment in romantic relationships. This study has implications for the development of psychology, basis for responsive parenting interventions, and encouraging the role of fathers in early childhood care.
Kata Kunci : keterlibatan ayah, pengasuhan, kelekatan tidak aman, hubungan romantis, dewasa awal