Laporkan Masalah

Optimalisasi Strategi Komisi Pemilihan Umum Daerah Dalam Pendidikan Pemilih Pemula Untuk Pemilihan Presiden 2024 Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Politik (Studi Di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)

Alem Putra Arma, Prof. Dr. Drs. Dafri, M.A; Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si

2025 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Pemilu serentak 2024 menjadi momentum krusial dalam konsolidasi demokrasi Indonesia, khususnya dalam mendorong partisipasi generasi muda sebagai pemilih pemula. Pendidikan pemilih dipandang bukan sekadar upaya teknis untuk meningkatkan angka partisipasi, melainkan sebagai proses strategis dalam membangun kesadaran politik dan literasi demokrasi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan pemilih pemula terhadap partisipasi masyarakat dan ketahanan politik di Kabupaten Sleman serta meneliti korelasi antara peningkatan kualitas pendidikan pemilih pemula dengan peningkatan kualitas demokrasi di tingkat lokal.
        Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menjelaskan dinamika aktual dan menjawab permasalahan dalam prosedur ilmiah. Lokasi penelitian adalah KPU Kabupaten Sleman sebagai penyelenggara pemilu 2024 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci dari Komisioner KPU Sleman, serta analisis dokumen dan web scraping dari media sosial KPU menggunakan aplikasi Intelligence Socio Analytics (ISA) dan Intelligence Media Analytics (IMA). Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pengujian triangulasi metode, triangulasi sumber dan triangulasi teori.
        Hasil analisis menunjukkan bahwa KPUD Sleman telah mengimplementasikan berbagai strategi pendidikan pemilih pemula seperti kunjungan ke sekolah, pemanfaatan media sosial, dan program simulasi pemilu. Selanjutnya, pendidikan pemilih yang terstruktur mampu membentuk karakter pemilih cerdas, kritis, dan partisipatif, sehingga berkontribusi terhadap kualitas demokrasi dan stabilitas pemerintahan jangka panjang. Strategi ini berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik di kalangan generasi muda serta memperkuat ketahanan politik di tingkat lokal.

The 2024 Simultaneous General Elections are a crucial momentum in consolidating Indonesian democracy, especially in encouraging the participation of the younger generation as novice voters. Voter education is seen as not just a technical effort to increase the participation rate, but as a strategic process in building political awareness and democratic literacy from an early age. This study aims to analyze the influence of first-time voter education on public participation and political resilience in Sleman Regency and examine the correlation between improving the quality of education of novice voters and improving the quality of democracy at the local level.
This research uses a descriptive qualitative approach to explore current dynamics and address the research problems through scientific procedures. The study was conducted at the General Elections Commission (KPU) of Sleman Regency, the electoral organizing body for the 2024 elections in the Special Region of Yogyakarta. Data was collected through observations, in-depth interviews with key informants from KPU Sleman commissioners, document analysis, and web scraping of KPU’s social media using Intelligence Socio Analytics (ISA) and Intelligence Media Analytics (IMA). Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing, along with method triangulation, source triangulation, and theory triangulation.
The findings indicate that KPU Sleman has implemented various strategies for first-time voter education, including school visits, social media utilization, and election simulation programs. Structured voter education was found to successfully shape smart, critical, and participatory voters, contributing to the quality of democracy and long-term political stability. These strategies have significantly increased political awareness and participation among youth and strengthened local political resilience.

Kata Kunci : Pemilu serentak 2024, Pendidikan Pemilih, Pemilih Pemula, Partisipasi Masyarakat, Ketahanan Politik

  1. S2-2025-484242-abstract.pdf  
  2. S2-2025-484242-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-484242-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-484242-title.pdf