Coercion and Prohibition of Muslim Women's Veiling: Psychological Impacts and Religious Freedom of Women in Yogyakarta
Rosita Dian Hidayati, Dr. Zainal Abidin Bagir
2025 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya
Pemaksaan dan pelarangan pemakaian hijab maupun cadar merupakan bentuk diskriminasi yang terus terjadi dan membawa dampak signifikan bagi perempuan. Penelitian ini berfokus pada efek psikologis yang dialami perempuan yang menghadapi diskriminasi tersebut, sekaligus mengeksplorasi bagaimana mereka merespons dan mengekspresikan agensinya dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan perempuan yang pernah mengalami pemaksaan maupun pelarangan memakai hijab atau cadar di lingkungan institusi pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi melalui pemaksaan dan pelarangan hijab maupun cadar dapat menimbulkan konsekuensi psikologis yang mendalam. Studi ini menegaskan bahwa tindakan diskriminatif seperti pelarangan hijab bukan hanya persoalan penampilan semata, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan mental, identitas, dan rasa kebebasan pribadi. Meskipun berada dalam tekanan, para perempuan ini tidak tinggal diam; mereka menampilkan beragam bentuk agensi—sebagian memilih beradaptasi melalui negosiasi atau kompromi, sebagian lainnya melakukan resistensi dan mengambil sikap tegas, dan ada pula yang mengalami transformasi pribadi yang mendalam. Respons-respons tersebut menunjukkan bahwa perempuan bukanlah penerima diskriminasi yang pasif.
Coercion and prohibition of hijab and face veil wearing are forms of discrimination that continue to happen and have significant impacts on women. This research focuses on the psychological effects experienced by women who have faced this kind of discrimination, while also exploring how they respond and practice their agency when dealing with these situations. This research employs a qualitative method and utilizes the Interpretative Phenomenological Analysis approach. Researchers collect the data through in-depth interviews with women who experienced being forced or prohibited from wearing the hijab or face veil within educational institutions. The findings show that the discrimination experienced through hijab and face veil coercion and prohibition can lead to deep psychological consequences. This study affirms that discriminatory acts like hijab prohibition are not only about appearance—they directly affect mental well-being, identity, and sense of personal freedom. Despite the pressure, these women did not remain silent; they also demonstrated different forms of agency—some chose to adapt by negotiating or compromising, others resisted or took a stand, and some even underwent deep personal transformation. These responses reflect that women are not simply passive recipients of discrimination.
Kata Kunci : Women’s veiling, Hijab discrimination, Religious Freedom, Psychological Impact, Women’s Agency.