Laporkan Masalah

Hubungan status agregasi trombosit dengan Ketinopati Diabetika pada penderita Diabetes Melitus tipe 2

JULIWATI, dr. Usi Sukorini, SpPK(K).,M.Kes

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik (Patologi Klinik)

Retinopati diabetika (RD) merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling menakutkan oleh karena dapat mengakibatkan kebutaan. Salah satu faktor yang terlibat dalam patogenesis terjadinya RD adalah peningkatan agregasi trombosit. Beberapa penelitian mengenai agregasi trombosit pada penderita DM, namun pada penderita RD belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan agregasi trombosit dengan RD dan untuk mengetahui faktor yang lebih berpengaruh terhadap kejadian RD pada DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan rancangan crosssectional dengan subyek penelitian 68 penderita yang diambil secara berurutan di RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Semua pasien DM tipe 2 yang telah terdiagnosis secara klinis dan laboratoris, diseleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Dilakukan pemeriksaan RD dan agregasi trombosit pada saat bersamaan. Analisis univariat digunakan uji kai kuadrat dan t-test. Faktor-faktor yang mungkin mempunyai pengaruh diuji secara statistik menggunakan analisis multivariat regresi logistik. Penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan pengaruh status agregasi trombosit dengan RD pada DM tipe 2 sehingga dapat membantu dalam penatalaksaan dan menentukan tindakan terapi yang diberikan, yang akhirnya diharapkan dapat menurunkan angka kebutaan akibat RD.

Diabetic retinopathy (DR) is one of the most frightened complication in diabetes mellitus that leads to blindness. Platelet hyperaggregation reveals as one of factors which is involved in the pathogenesis of DR in DM. Some studies of platelet aggregation have been conducted in diabetic patients on its risk factors, however it has not been studied yet in DR patients. The purpose of this study is to determined whether platelet hyperaggregation has contribution in occurrence of RD in DM and to find the highest contribution of independent variable. The study is cross-sectional design with 68 subjects which taken consecutive in RS Dr. Sardjito Yogyakarta. All patients had been diagnosed with type 2 DM, clinically and laboratorily selected in line with inclusion and exclusion criteria. The examination for DR and platelet aggregation are conducted at the same time. Chi square test and t-test is used in this study. Other factors which are influence with outcome will be analysed using logistic regression multivariate analysis. This result of the study will expectedly be able to clarify the influence of platelet aggregation on DR with type 2 DM so it may help in managing the patient and determining therapy. In addition, it will reduce complication of blindness by DR.

Kata Kunci : Patologi Klinik,Status Agregasi Trombosit,Ketinopati Diabetika, Platelet aggregation, Diabetic Retinopathy, Type 2 Diabetes Mellitus, cross-sectional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.