Kajian Dampak Kerusakan Lingkungan Fisik Akibat Penambangan Pasir Gunung Merapi Terhadap Masyarakat Di Kali Kuning Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman
Narendra Adey Kumala Dhuhita, Prof. Dr. Ig. L. Setyawan Purnama, M. Si ; Dr. Ir. Much. Taufik Tri Hermawan
2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Penambangan pasir di
wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Kuning, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten
Sleman, menjadi isu penting karena berdampak langsung terhadap kerusakan
lingkungan dan sosial masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan
menganalisis tingkat kerusakan lingkungan fisik akibat penambangan pasir selain
itu, menganalisis faktor yang mempengaruhi kerusakan lingkungan dan dampaknya
terhadap tingkat status sosial budaya akibat penambangan pasir gunung merapi di
Kali Kuning Kecamatan Ngemplak. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan,
studi spasial, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat
kerusakan lingkungan fisik tergolong sedang, dengan nilai rata-rata 7,5
berdasarkan empat parameter: jarak bangunan terhadap sungai, bentuk alur
sungai, erosi tebing, dan degradasi. Aspek abiotik, tanah regosol yang mudah
tererosi, pendalaman dasar sungai, serta perubahan geomorfologi menjadi faktor
utama percepatan kerusakan. Aspek biotik menunjukkan bahwa vegetasi lokal
seperti bambu, suren, dan semak berperan penting dalam menstabilkan tanah dan
menjaga keanekaragaman hayati. Sementara itu, tingkat status sosial budaya
mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan tanpa izin dan pengawasan turut
memicu kerusakan lingkungan serta berdampak pada tingkat sosial budaya. Skor
rata-rata 13,33 dari wawancara menunjukkan tingkat dampak sosial budaya berada
pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan perlunya pengelolaan tambang yang
berkelanjutan dan berbasis regulasi untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan
kesejahteraan masyarakat.
Sand
mining in the Kali Kuning River Basin (DAS) area, Ngemplak District, Sleman
Regency, has become a significant issue due to its direct impact on the
environmental and social damage of the local community. This study aims to
analyze the level of physical environmental damage due to sand mining, in
addition to analyzing the factors influencing environmental damage and its
impact on the level of socio-cultural status due to volcanic sand mining in
Kali Kuning, Ngemplak District. The methods used include field observation,
spatial studies, and interviews. The results of the study indicate that the
level of physical environmental damage is classified as moderate, with an
average value of 7.5 based on four parameters: distance of buildings from the
river, river channel shape, bank erosion, and degradation. Abiotic aspects,
easily eroded regosol soil, riverbed deepening, and geomorphological changes
are the main factors accelerating damage. Biotic aspects indicate that local
vegetation such as bamboo, suren, and shrubs play an important role in
stabilizing the soil and maintaining biodiversity. Meanwhile, the level of
socio-cultural status reveals that mining activities without permits and
supervision have contributed to environmental damage and have an impact on the
socio-cultural level. The average interview score of 13.33 indicates a moderate
level of socio-cultural impact. This finding underscores the need for
sustainable, regulation-based mining management to maintain ecosystem balance
and community well-being.
Kata Kunci : Penambangan Pasir, Kali Kuning, Kerusakan Lingkungan, Pendekatan Abiotik-Biotik-Sosial / Sand mining, Kali Kuning, Environmental Degradation, Abiotic-Biotic-Social Approach