Pengaruh terapi Gansiklovir terhadap fungsi pendengaran anak terinfeksi Cytomegalo Virus
SANTOSA, Finariawan Asrining, dr. Sunartini Hapsara, SpAK.,Ph.D
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik (Ilmu Kesehatan Anak)Penyakit infeksi human cytomegalovirus (HCMV) adalah salah satu penyakit infeksi penyebab utama kelainan kongenital dan kecacatan pada bayi dan anak. Pada infeksi CMV diperkirakan sekitar 50%-80% terjadi ketulian sensorineural pada keadaan yang simptomatis. Skrining Nasional di Amerika memasukkan infeksi CMV sebagai resiko tinggi ketulian. Ketulian ini berdampak besar pada proses tumbuh kembang anak selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi gansiklovir terhadap proses ketulian yang terjadi pada infeksi CMV. Gansiklovir merupakan analog nukleotida guanin yang diperlukan dalam proses replikasi virus CMV. Inflamasi yang terjadi di telinga tengah disebabkan replikasi virus CMV di daerah tersebut. Inflamasi inilah yang akhirnya menyebabkan ketulian sensorineural. Subyek penelitian adalah anak yang terinfeksi CMV yang ditegakkan dengan kriteria klinis dan laboratoris. Antigenemia dan serologi dilakukan untuk memperkuat diagnosis infeksi CMV. Dilakukan analisis Kappa untuk memperkuat presisi diagnosis. Penelitian dilakukan selama 1,5 tahun dari bulan Juli 2004 sampai dengan Desember 2005 di Laboratorium Ilmu Kesehatan Anak RS DR Sardjito. Dilakukan pemeriksaan Auditory Brainstem Response (ABR) di awal dan di akhir penelitian pada semua subyek penelitian. Dari analisis antar dua pemeriksa dengan alat yang sama didapatkan kepakatan yang tinggi dengan Kappa: 0,9022. Kejadian ini mungkin disebabkan alat yang digunakan sama dengan reliabilitas tinggi, dan standar pemeriksaan yang sama. Prosedur pengujian hanya mencakup pemeriksaan ABR untuk memilah yang SNHL dengan yang non-SNHL. Beberapa prediktor untuk terjadinya kelainan mayor didapat pada penelitian ini untuk ketulian. Kejadian mikrosefali terjadi pada 25% kasus, sedangkan kejang terjadi pada 12,5% kasus dengan ketulian. Dikatakan mikrosefali mampu memprediksi sampai 90% kelainan mayor lain (Conboy TJ et al., 1987). Terapi gansiklovir dilakukan pada semua subyek penelitian dan sesuai dengan protokol yang dipakai di Sub Bagian Neurologi Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS DR Sardjito Yogyakarta. Diperlukan penelitian yang lebih lanjut untuk melihat pengaruh gansiklovir pada ketulian yang terjadi oleh infeksi CMV
Cytomegalovirus infection in human are the most common cause congenital abnormality either handicap in child and newborn. In most cases this infection followed by sensory neural hearing loss (SNHL) approximately 60%-80% in symptomatic cases, thus can make the prognosis is merely unsatisfactory. Hearing screening board (UNHS) in America suggests this infection as high risk for progressive hearing loss and should perform auditory assessments. The aim of the study is to evaluate the therapy of ganciclovir in subject with CMV infection, does it can make the SNHL disappeared in those subject. Ganciclovir are guanine analogue, very essential for viral replication. The replication of CMV also happens in middle ear, which can cause inflammation. This Inflammation process is the one that make SNHL appear. All children that is diagnosed suffer from CMV infection are enrolled in this study. The criteria are from clinically manifestation and laboratory assessment. Antigenemia and serologic test is done to increase the accuracy. Kappa analysis is done to evaluate the precision of the test. We enrolled the study from July 2004 until December 2005 in Pediatric division of DR Sardjito Hospital. Auditory Brainstem Response (ABR) is done to establish the SNHL before and 6 month after ganciclovir protocol. Kappa procedure is done to analyze the precision of ABR. We have 0.9022 for Kappa, which is very high. We only differentiate SNHL group or not. The predictor factors for SNHL are microsephaly (25%), and seizure (12.5%) in the SNHL group. Microsephaly is suspected as the predictor factor for SNHL as big as 90% (Conboy et al., 1987). With protocol therapy for CMV in DR Sardjito Hospital, all subject received ganciclovir therapy. We only have 2 patients that completed study protocol, all with bilateral total deafness. None have recovered from the deafness. We need to continue the study protocol to know the effect of ganciclovir on SNHL.
Kata Kunci : Kesehatan Anak,Infeksi CMV,Ketulian,Terapi Gansiklovir, Cytomegalovirus, sensoryneural hearing loss, ABR, Ganciclovir, Kappa, antigenemia