Laporkan Masalah

Kreativitas Sosial sebagai Perlawanan Sehari-hari: Pembentukan Subgrup dan Penggunaan Gosip dalam Relasi Ketetanggaan di Komunitas Semi-rural Jawa

Ahmad Yusrifan Amrullah, Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi., M.A.

2025 | Tesis | S2 Psikologi

Hidup bertetangga di Jawa tidak sekadar berbagi ruang tinggal, melainkan arena sosial yang sarat akan nilai moral yaitu rukun dan hormat. Dua nilai tersebut diharapkan menjaga harmoni, namun sekaligus membatasi ekspresi perbedaan sehingga ketegangan disalurkan secara subtil. Dalam kesehariannya, tidak semua anggota di komunitas memiliki akses yang setara pada kontribusi dan pengakuan sosial. Kelompok pendatang, menantu, dan pemuda kerap menempati posisi subordinat yang membuat suara mereka tersisih dalam forum resmi. Penelitian mengenai perlawanan sehari-hari selama ini banyak menyoroti konflik makro, sementara psikologi sosial melalui identitas sosial lebih menekankan aksi kolektif terbuka, sehingga perlawanan halus dalam ranah ketetanggaan masih jarang diperhatikan. Studi ini bertujuan mengisi celah tersebut dengan menggabungkan perspektif everyday resistance dan identitas sosial untuk memahami perlawanan sehari-hari di komunitas semi-rural Jawa. Menggunakan pendekatan etnografi dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan harian, bulanan, dan tahunan, penelitian dilakukan di sebuah pedukuhan semi-rural Yogyakarta. Hasil menunjukkan dua bentuk utama perlawanan yang subtil. Pertama, pembentukan subgrup pemuda “Grup Bertujuh” yang mereapropriasi nilai kehormatan dari basis genealogis menuju kontribusi kolektif, sehingga pengakuan sosial diperoleh tanpa menantang otoritas secara frontal. Kedua, penyimpangan yang termanifestasikan pada gosip, ketidakhadiran, penghindaran, dan diam, berfungsi sebagai kanal korektif terhadap dominasi simbolik sekaligus menjaga martabat kelompok subordinat. Temuan ini menunjukkan bagaimana kreativitas sosial sebagai salah satu strategi dari identitas sosial menjadi mekanisme perlawanan sehari-hari yang tidak konfrontatif, namun efektif dalam memperluas ruang partisipasi dan mempertahankan kohesi sosial.

Living as neighbors in Java is not merely about sharing living space, but rather a social arena steeped in moral values of harmony and respect. These two values are expected to maintain harmony, but at the same time limit the expression of differences so that tensions are channeled subtly. In everyday life, not all members of the community have equal access to social contribution and recognition. New comers, in-laws, and youth often occupy subordinate positions that marginalize their voices in formal forums. Research on everyday resistance has largely focused on macro conflicts, while social psychology through social identity emphasizes open collective action, so that subtle resistance in the neighborhood sphere has been largely overlooked. This study aims to fill this gap by combining the perspectives of everyday resistance and social identity to understand everyday resistance in a semi-rural community in Java. Using an ethnographic approach with direct involvement in daily, monthly, and annual activities, the research was conducted in a semi-rural hamlet in Yogyakarta. The results show two main forms of subtle resistance. First, the formation of a youth subgroup called the “Grup Bertujuh” that reappropriated the value of honor from its genealogical basis toward collective contribution, thereby gaining social recognition without directly challenging authority. Second, deviations manifested in gossip, absence, avoidance, and silence functioned as corrective channels against symbolic domination while maintaining the dignity of subordinate groups. These findings show how social creativity as a strategy of social identity became a non-confrontational yet effective mechanism of everyday resistance, expanding spaces for participation and maintaining social cohesion.

Kata Kunci : Kreativitas sosial, perlawanan sehari-hari, subgrup, gosip.

  1. S2-2025-524924-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524924-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524924-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524924-title.pdf