PENGARUH PHASE CHANGE MATERIAL (PCM), MATERIAL DINDING DAN ORIENTASI DINDING TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUSUNAWA DI INDONESIA
Gede Krishna Bhakta, Dr. Eng. Nedyomukti Imam Syafii, S.T., M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur
Perkembangan urbanisasi di
Indonesia menuntut solusi hunian vertikal seperti rumah susun sederhana sewa
(rusunawa) guna mengatasi keterbatasan lahan dan backlog perumahan.
Namun, tantangan utama dalam pengembangan ini adalah menjaga kenyamanan termal
di tengah tingginya suhu lingkungan akibat fenomena Urban Heat Island
(UHI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas integrasi Phase
Change Material (PCM) pada sistem dinding bangunan dalam meningkatkan
kenyamanan termal pada rusunawa di iklim tropis Indonesia. Studi dilakukan pada
unit hunian bertingkat di kawasan Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur,
dengan pendekatan simulasi termal menggunakan perangkat lunak Rhinoceros 7,
Grasshopper, Ladybug, Honeybee, dan EnergyPlus. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan PCM mampu menurunkan
operative temperature (To) dalam ruangan sebesar 0,7°C hingga 1°C
dibandingkan dinding tanpa PCM. Penurunan suhu paling signifikan terjadi pada
siang hari mulai pukul 12.00 dan berlangsung selama sekitar tujuh jam, saat PCM
mulai aktif menyerap panas ketika suhu mencapai titik lelehnya. Pada malam
hari, PCM melepaskan panas yang tersimpan secara perlahan, menghasilkan profil
suhu ruang yang lebih stabil dan mengurangi fluktuasi ekstrem. Kinerja terbaik ditemukan pada
kombinasi material dinding lightweight concrete dengan PCM RT 27, yang
titik lelehnya selaras dengan suhu lingkungan harian (27°C–30°C). Sementara
itu, variasi nilai Heat of Fusion Latent antar PCM memberikan pengaruh
yang sangat kecil terhadap To, yakni hanya sekitar 0,01°C. Temuan ini
menegaskan pentingnya kesesuaian titik leleh PCM dengan kondisi iklim lokal.
Integrasi PCM terbukti efektif sebagai strategi pasif yang hemat energi untuk
meningkatkan kenyamanan termal dan mendukung pengembangan bangunan tropis yang
berkelanjutan.
Rapid urban development in
Indonesia necessitates vertical housing solutions, such as public rental
apartments (rusunawa), to address land limitations and the growing housing
backlog. A major challenge in this context is maintaining indoor thermal comfort
amidst rising outdoor temperatures caused by the Urban Heat Island (UHI)
effect. This study aims to evaluate the effectiveness of integrating Phase
Change Material (PCM) into building wall systems to enhance thermal comfort in
rusunawa located in tropical climates. The research focuses on mid-rise residential units in
Indonesia’s new capital city (IKN) in East Kalimantan, analyzing various wall
materials combined with different types of PCM, wall orientations, and PCM
characteristics, including peak melting temperature and latent heat of fusion. Thermal simulations were conducted
using Rhinoceros 7 with Grasshopper, supported by Ladybug, Honeybee, and
EnergyPlus plug-ins. Results show that PCM integration can reduce indoor
operative temperature (To) by approximately 0.7°C to 1°C compared to walls
without PCM. The cooling effect becomes most apparent from noon and persists
for about seven hours, as PCM begins to absorb heat during its phase change
when temperatures peak. At night, the stored heat is gradually released,
resulting in a more stable and less extreme indoor temperature drop. The most optimal performance was
observed in lightweight concrete walls combined with PCM RT 27, whose melting
point (27°C–30°C) aligns well with the daily outdoor temperature cycle in
tropical climates. Variations in the latent heat of fusion among PCMs had only
a minor impact on operative temperature, with differences around 0.01°C. These
findings highlight the critical importance of matching PCM thermal properties
with local climate conditions. Therefore, PCM integration in tropical building
design proves to be a viable passive and energy-efficient strategy for
improving thermal comfort and supporting sustainable urban housing development.
Kata Kunci : Phase Change Material (PCM), Operative Temperature, Rusunawa, Dinding, EnergyPlus