Perception of Electric Motorcycle: A Discourse Analysis of Opinion Article in The Jakarta Post
Adhika Bhadra Maharddhika, Tri Nuraniwati, S.S, M.A.
2025 | Tugas Akhir | D4 BAHASA INGGRIS
Keberadaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) mendorong pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca akibat isu perubahan iklim, khususnya dalam konteks kendaraan listrik. Studi ini mengeksplorasi bagaimana artikel opini di The Jakarta Post membahas motor listrik dan membentuk persepsi publik terhadap transportasi berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis artikel yang diterbitkan pada tahun 2024 yang secara langsung menyebutkan motor listrik. Dengan menggunakan kerangka Discourse Analysis dari James Paul Gee, studi ini berfokus pada empat building tasks: signifikansi, praktik, identitas, dan politik. Analisis menunjukkan bagaimana pilihan bahasa, strategi retoris, dan sikap penulis dalam artikel membentuk pentingnya program konversi, menyampaikan solusi, membangun peran sosial, dan mencerminkan relasi kekuasaan. Temuan studi ini menunjukkan bahwa media menyoroti isu-isu utama dalam program konversi, seperti kurangnya informasi yang jelas, ketidakpastian subsidi, dan tantangan implementasi di bengkel. Penulis artikel, yang merupakan peneliti di lembaga energi, memposisikan diri sebagai aktor yang kredibel dengan memberikan rekomendasi kepada pemerintah melalui opini yang konstruktif. Praktik yang dibahas mencakup saran kebijakan seperti insentif finansial dan kemitraan strategis dengan lembaga keuangan, yang mencerminkan wacana yang menawarkan solusi atas hambatan adopsi kendaraan listrik. Secara politik, artikel ini menekankan pentingnya akses yang inklusif bagi masyarakat kelas menengah dalam mendukung peralihan menuju mobilitas rendah emisi. Dengan demikian, The Jakarta Post tidak hanya mengkritisi pelaksanaan kebijakan, tetapi juga menjadi wadah dalam membentuk opini publik dalam konteks yang lebih luas mengenai perubahan iklim dan wacana keberlanjutan.
The
existence of Sustainable Development Goals made a government or stakeholder
contribute to minimizing gas emissions due to climate change issues,
specifically in the context of Electric Vehicles. This study explores how an
opinion article in The Jakarta Post addresses electric motorcycles and shapes
public perception of sustainable transportation in Indonesia. The study
utilizes a qualitative method, analyzing selected article published in 2024
that directly mention electric motorcycles. Using James Paul Gee’s Discourse
Analysis, this study focuses on four building tasks: significance, practices,
identities, and politics. The analysis reveals how linguistic choices,
rhetorical strategies, and authorial stance in the article shape the perceived importance
of the conversion program, present solutions, construct social roles, and
reflect power relations. The findings reveal that the media highlights key issues in
the conversion program, such as a lack of clear information, subsidy
uncertainty, and implementation challenges for garages. The article's authors,
who are researchers in an energy institute, position themselves as credible
actors offering recommendations to the government through a constructive
opinion. The practices discussed involve policy suggestions such as financial
incentives and strategic partnerships with financial institutions, reflecting a
discourse that proposes solutions to the barriers of electric vehicle adoption.
Politically, the article emphasizes the need for inclusive access for
middle-class communities in supporting the shift toward low-emission mobility.
Thus, The Jakarta Post not only critiques policy implementation but also serves
as a platform for shaping public opinion within the broader context of climate
change and sustainability discourse.
Kata Kunci : Electric Motorcycle, Discourse Analysis, Opinion Article, The Jakarta Post