Pemanfaatan foto udara dan sistem informasi geografis untuk penentuan lokasi pembangunan jaringan pipa (Kasus sebagian kab. Sleman dan kota Yogyakarta)
Desy Maryani, Dr. Prapto Suharsono, M.Sc.; Sigit Heru Murti, S.Si., M.Si.
2006 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHTeknologi penginderaan penginderaan jauh (Inderaja) yang dipadu dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) sampai saat ini diakui iakui sebagai teknologi yang paling tepat dalam membantu penyediaan informasi sumberdaya dan lingkungan secara spasial atau bereferensi geografis, sehingga pengambilan keputusan secara cepat dan akurat sangat dimungkinkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi-lokasi yang sesuai untuk pengembangan jaringan pipa PDAM, dengan memanfaatkan citra penginderaan jauh yang berupa foto udara dan Sistem Informasi geografis (SIG). Peta kepadatan pemukiman dan peta elevasi lokasi terhadap sumber air diperoleh melalui interpretasi foto udara secara manual serta perhitungan beda paralaks, sedangkan peta kedalaman muka air tanah dan peta kualitas air tanah diperoleh dari hasil pengambilan sampel di lapangan, sedangkan peta aksesibilitas dan peta akses lokasi terhadap pipa utama merupakan analisis dari data sekunder. Penentuan sampel pada saat kerja lapangan dengan metode purposive sampling. Selain untuk mengambil sampel air dan kedalaman air tanah dangkal, pada saat kerja lapangan juga dilakukan pengecekan terhadap hasil interpretasi, wawancara, pengukuran ketinggian lokasi secara terestris terhadap daerah penelitian. Hasil analisis laboratorium terhadap sampel air merupakan data atribut yang memiliki informasi geografis yang akan digunakan sebagai parameter lahan. Sedangkan hasil lapangan selain itu adalah berupa data tabuler pendukung. Penilaian lahan untuk pengembangan jaringan pipa PDAM dilakukan berdasarkan data atribut dari setiap satuan pemetaan hasil tumpang susun dari keenam peta masukan dengan metode penjumlahan. Hasil yang diperoleh dengan metode penjumlahan skor ini adalah sebagai berikut: sangat sesuai (S1) mencakup 2,8% dari seluruh daerah penelitian yang secara umum berada dalam wilayah yang dibatasi jalan lingkar Kota Yogyakarta, khususnya di Kecamatan Gondokusuman, Tegalrejo, dan sebagian Kecamatan Gamping dan Mlati; cukup sesuai (S2) mencakup 23,2%, agak sesuai (S3) mencakup 40,5%; tidak sesuai (NI) mencakup 29,8%; dan sangat tidak sesuai (N2) mencakup 3,8% dari seluruh daerah penelitian yang meliputi daerah Kecamatan Depok bagian utara, Banguntapan, Gamping bagian utara dan selatan, dan sebagian Kecamatan Ngaglik dan Mlati. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa semua parameter yang digunakan merupakan faktor yang penting dalam penentuan lokasi pembangunan jaringan pipa PDAM di sebagian Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta khususnya parameter kepadatan pemukiman dan parameter kedalaman muka air tanah dangkal.
-
Kata Kunci : Foto udara, sistem informasi geografis,Sleman,DIY,SIG,Pembangunan jaringan pipa