Pemodelan spasial potensi kawasan bangunan liar di kec. Semarang Utara dan Semarang Barat dengan menggunakan foto udara dan sistem informasi geografis
Cicilia Cicik Madusari, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Barandi Sapta Widartono, S.Si.
2006 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk membuat pemodelan spasial potensi kawasan bangunan liar di Kecamatan Semarang Barat dan Semarang Utara. Hasil dari pemodelan spasial adalah peta potensi kawasan bangunan liar. Penelitian ini menggunakan teknik Penginderaan Jauh untuk pengumpulan data dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk analisa data. Data Penginderaan jauh yang digunakan berupa Foto Udara Pankromatik Hitam Putih skala 1:10.000. Variabel yang digunakan dalam penilaian potensi kawasan bangunan liar meliputi : jalan, sungai, rel kereta api, dan penggunaan lahan. Foto udara digunakan sebagai sumber data utama untuk menyadap semua variabel penilai potensi kawasan bangunan liar, sedangkan data sekunder yaitu RDTRK (Rencana Detil Tata Ruang Kota) Semarang digunakan untuk menyadap batas bangunan liar. Penentuan kelas potensi kawasan bangunan liar diperoleh dengan menggunakan metode pengharkatan berjenjang tertimbang. Hasil uji ketelitian interpretasi penggunaan lahan sebesar 89,30% menunjukkan bahwa foto udara pankromatik hitam putih skala 1:10.000 dapat digunakan untuk menyadap variabel penilai potensi kawasan bangunan liar dengan cukup baik. Pemodelan spasial dengan menggunakan SIG menghasilkan peta potensi kawasan bangunan liar. Peta tersebut terdiri dari 3 kelas potensi yaitu potensi rendah dengan luas sebesar 284,43 Ha, potensi sedang dengan luas sebesar 35,19 Ha, dan potensi tinggi dengan luas sebesar 0,66 Ha. Model yang dihasilkan diuji dengan persebaran bangunan liar di lapangan dengan cara di overlay. Hasil analisa menunjukkan bahwa prosentase kesesuaian yang paling tinggi adalah klasifikasi rendah pada peta hasil pemodelan dengan klasifikasi rendah pada persebaran bangunan liar di lapangan yaitu sebesar 281,27 Ha. Persebaran potensi rendah merupakan mayoritas di daerah penelitian, hal ini menunjukkan bahwa daerah penelitian tidak banyak terdapat bangunan liar, tetapi walaupun tidak banyak bangunan liar tetap berpotensi adanya bangunan liar.
-
Kata Kunci : pemodelan spasial, bangunan liar, foto udara, SIG,Semarang,Jawa Tengah