Peran Perempuan dalam Usaha Tani Keluarga: Petty Commodity Producers (PCP)
Hana Setyaningsih, Dr. Indah Surya Wardhani, S.Sos., M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Politik
Pertanian merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun demikian, petani bukanlah kelompok yang homogen; pengalaman, posisi sosial, serta tantangan yang dihadapi setiap petani sangat beragam dan tidak dapat digeneralisasi. Studi-studi sebelumnya telah mengklasifikasikan petani ke dalam tiga kategori kelas, yaitu kapitalis, petty commodity producers (PCP), dan proletar. Selain itu, sejumlah penelitian juga telah menyoroti peran gender dalam sektor pertanian. Namun, integrasi antara analisis struktur kelas petani dan dinamika gender masih jarang dilakukan. Dengan mempertimbangkan karakter agraris serta kontribusi signifikan sektor pertanian terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Kabupaten Ciamis dipilih sebagai lokasi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan utama bagaimana perempuan membangun ketahanan gender dalam sehari-hari di dalam masyarakat petani di Kabupaten Ciamis?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk lebih memahami pengalaman perempuan, khususnya mereka yang berada dalam kelas PCP. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran dan strategi yang berbeda dalam setiap kelas sosial petani, namun tetap memikul beban kerja domestik secara konsisten di seluruh kelas. Perempuan petani dari kelas kapitalis, yang memiliki akses terhadap tanah dan modal, cenderung merekrut buruh untuk produksi pertaniannya. Sebaliknya, perempuan dari kelas proletar menjual tenaga kerjanya sebagai buruh tani. Sementara itu, perempuan petani PCP memanfaatkan tenaga kerjanya sendiri dalam kegiatan pertanian keluarga tanpa menerima upah. Keleluasaan perempuan beraktivitas dipengaruhi oleh relasi kuasa dalam sistem patriarki, yang menempatkan laki-laki sebagai kepala rumah tangga dengan posisi dominan. Meskipun berada dalam kondisi keterbatasan modal serta menghadapi tekanan sosial dan norma yang berlapis, perempuan PCP juga mengembangkan strategi ekonomi non-pertanian baik dengan kerja keperawatan yang menopang keluarga maupun dengan berjejaring sosial guna memperoleh pendapatan tambahan. Melalui strategi ini, mereka membangun otonomi dan posisi tawar dalam rumah tangga yang sebelumnya tidak dimiliki.
Agriculture is a sector that absorbs a large number of workers. However, farmers are not a homogeneous group; the experiences, social positions, and challenges faced by each farmer are highly diverse and cannot be generalized. Previous studies have classified farmers into three class categories: capitalists, petty commodity producers (PCP), and proletarians. In addition, a number of studies have also highlighted the role of gender in the agricultural sector. However, the integration between class structure analysis of farmers and gender dynamics is still rarely conducted. Taking into account the agrarian characteristics and the significant contribution of the agricultural sector to the formation of Gross Regional Domestic Product (GRDP), Ciamis Regency was selected as the research location. This study aims to answer the main question of how women build gender durability in everyday within farming communities in Ciamis Regency. This study uses a qualitative approach with the phenomenological method to better understand women’s experiences, especially those in the PCP class. The research findings show that women play different roles and strategies in each farmer social class, but consistently bear the burden of domestic work across all classes. Women farmers from the capitalist class, who have access to land and capital, tend to hire laborers for their agricultural production. In contrast, women from the proletarian class sell their labor as farm workers. Meanwhile, PCP women farmers use their own labor in family farming activities without receiving wages. Women’s freedom to engage in activities is influenced by power relations within the patriarchal system, which positions men as heads of households with dominant authority. Despite being in a condition of limited capital and facing layered social pressures and norms, PCP women also develop non-agricultural economic strategies, both through care work that supports the family and through social networking to earn additional income. Through these strategies, they build autonomy and bargaining power in the household that they previously did not possess.
Kata Kunci : petani, kelas, Petty Commodity Producers (PCP), gender durability, interseksionalitas / farmer, class, Petty Commodity Producers (PCP), gender durability, intersectionality