Dinamika Branding Diri Menuju Kepercayaan Diri Seorang Eks Napiter
Resa Putri Aura Sukma, Ardian Rahman Afandi, S.Psi., M.Psi., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Penelitian ini bertujuan untuk eksplorasi dan memberikan ruang eks narapidana terorisme (napiter) berbagi pengalaman dalam meningkatkan dan mencapai kepercayaan dirinya sehingga mampu menjalani proses reintegrasi pada lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan kualitatif pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data wawancara subjek tunggal (laki-laki) memiliki keterlibatan melakukan aksi terorisme pada tahun 2002 yaitu bom bali I. Ditemukan hasil kepercayaan diri subjek bersifat dinamis yang dipengaruhi interaksi antara faktor intrapersonal, perilaku, dan lingkungan sosial. Ditunjukkan saat menjadi bagian kelompok kepercayaan diri terbentuk melalui identitas kelompok, doktrin ideologi, dan dukungan ingroup yang mendorong perilaku destruktif. Namun, pasca menjalani sanksi hukum terjadi pergeseran ingroup yaitu keluarga dan lingkungan masyarakat yang berperan penting dalam pembentukan makna dan tujuan dari identitas, serta perubahan kepercayaan diri yang mendukung perilaku prososial. Faktor-faktor seperti dukungan sosial, stigma, diskriminasi, dan hambatan administratif saling berinteraksi mempengaruhi proses aktualisasi diri subjek secara optimal. Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan diri eks napiter bersifat adaptif dan berperan krusial dalam menentukan arah perubahan individu pada perilaku konstruktif atau destruktif sesuai identitas sosial, pengalaman hidup, dan dukungan sosial yang diterima.
This study aims to explore and provide space for former terrorism convicts (ex-napiter) to share their experiences in building and achieving self-confidence during the reintegration process into society. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews with a male subject involved in the 2002 Bali Bombing I.The findings reveal that the subject’s self-confidence is dynamic and shaped by the interaction between intrapersonal factors, behavior, and the social environment. During his involvement in a radical group, self-confidence was formed through group identity, ideological doctrine, and ingroup support that encouraged destructive behavior. However, after serving his legal sentence, there was a shift in the ingroup toward family and the surrounding community, which played a significant role in redefining identity, meaning, and goals, as well as in transforming self-confidence to support prosocial behavior. Factors such as social support, stigma, discrimination, and administrative barriers interact to influence the subject's optimal self-actualization process. These findings highlight that the self-confidence of former terrorism convicts is adaptive and playing a crucial role in shaping personal transformation toward either constructive or destructive behavior, depending on their social identity, life experiences, and the support they receive from their environment.
Kata Kunci : eks napiter, kepercayaan diri, branding diri