Peran Pengasuhan Inkonsisten Ibu Terhadap Permasalahan Emosi dan Perilaku Remaja Dimediasi Oleh Supresi Emosi
Retni Retnasari, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Psikologi
Remaja merupakan fase yang rentan untuk mengalami permasalahan emosi dan perilaku. Pengasuhan ibu yang inkonsisten merupakan faktor yang berpotensi memengaruhi kemunculan permasalahan emosi dan perilaku, melalui supresi emosi sebagai mediatornya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran pengasuhan inkonsisten ibu terhadap permasalahan emosi dan perilaku remaja yang dimediasi oleh supresi emosi. Partisipan penelitian ini terdiri dari 203 remaja siswa SMP-SMA (92 laki-laki dan 111 perempuan) berusia 12-18 tahun di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), Parenting Scale of Inconsistency (PSI), dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) subdimensi Expressive Suppression. Analisis mediasi menunjukkan bahwa pengasuhan inkonsisten ibu memiliki peran langsung yang signifikan terhadap permasalahan emosi dan perilaku remaja, sementara supresi emosi tidak terbukti sebagai mediator. Implikasi dari penelitian ini menekankan pada pentingnya kesadaran akan dampak negatif pengasuhan inkonsisten ibu terhadap permasalahan emosi dan perilaku remaja.
Adolescence is a vulnerable phase for experiencing emotional and behavioral problems. Inconsistent maternal parenting is a factor that can potentially influence the emergence of emotional and behavioral problems, with emotional suppression as a mediator. This study aimed to examine the role of inconsistent maternal parenting on adolescent emotional and behavioral problems, as mediated by emotional suppression. The participants were 203 adolescents (92 males and 111 females) aged 12-18 years from junior and senior high schools in and around Yogyakarta City. The instruments used in this study were the Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), the Parenting Scale of Inconsistency (PSI), and the expressive suppression sub-dimension of the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). The mediation analysis showed that inconsistent maternal parenting had a direct and significant role in adolescent emotional and behavioral problems, while emotional suppression was not a significant mediator. This study highlights the importance of understanding the direct negative impact of inconsistent maternal parenting on adolescent emotional and behavioral well-being.
Kata Kunci : pengasuhan inkonsisten ibu, permasalahan emosi dan perilaku, remaja, supresi emosi