Racism and Biracial Self-Acceptance in Children's Picture Books: Mawhinneys' "Lulu the One and Only" and Jallows's "I'm the Colour of Honey"
Mutiara Ramadhania, Muh. Arif Rokhman, M.Hum., Ph.D.
2025 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN AMERIKA
Penelitian ini
mengeksplorasi isu rasisme dan penerimaan diri dalam buku cerita bergambar
anak-anak berkulit campuran (birasial) dengan fokus pada “Lulu the One and
Only” (2020) karya Lynnette Mawhinney dan “I’m the Colour of Honey”
(2021) karya Maimouna Jallow. Sastra anak sejak lama menjadi medium untuk
mentransmisikan nilai-nilai budaya dan identitas, dan dalam beberapa tahun
terakhir, buku cerita bergambar semakin banyak membahas isu keberagaman,
rasisme, dan representasi. Penelitian ini menggunakan kerangka Teori Ras Kritis
(Critical Race Theory/CRT) oleh Delgado dan Stefancic, Model Perkembangan
Identitas Biracial oleh Poston, Teori Postnasionalisme oleh Rowe, serta konsep
Mikroagresi Rasial oleh Pierce dalam kerangka penelitian kualitatif untuk
menelaah bagaimana rasisme, khususnya dalam bentuk mikroagresi rasial, direpresentasikan,
serta bagaimana perjuangan dan strategi anak-anak birasial menuju penerimaan
diri digambarkan.
Dengan menerapkan
Analisis Wacana Multimodal, penelitian ini menganalisis unsur teks maupun
visual dari buku-buku yang dipilih. Temuan menunjukkan bahwa rasisme
termanifestasi melalui mikroagresi rasial yang halus namun berulang, termasuk
pertanyaan intrusif seperti “kamu ini apa?”, asumsi keliru tentang
relasi keluarga, serta bentuk-bentuk invalidasi identitas birasial yang turut menambah
beban emosional dan psikologis anak-anak birasial. Pada saat yang sama, narasi
dalam buku-buku tersebut menyoroti mekanisme coping dan strategi ketahanan,
seperti penciptaan “frasa kekuatan” dan afirmasi dari orang tua, yang
mendukung anak-anak dalam menegaskan harga diri mereka dan mengintegrasikan
warisan ganda yang dimiliki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku cerita
bergambar Afrika-Amerika berfungsi sebagai alat budaya yang kritis, sekaligus
merefleksikan pengaruh rasisme sistemik yang meluas dan menyajikan
kontra-narasi yang memberdayakan dengan cara memvalidasi identitas anak-anak birasial
dan menumbuhkan penerimaan diri.
This research
explores racism and biracial self-acceptance in children’s picture books with
particular focus on “Lulu the One and Only” (2020) by Lynnette Mawhinney
and “I’m the Colour of Honey” (2021) by Maimouna Jallow. Children’s
literature has long been a medium for transmitting cultural values and
identity, and in recent years, picture books have increasingly addressed issues
of diversity, racism, and representation. This research applies Critical Race
Theory (CRT) by Delgado and Stefanic, Poston’s Biracial Identity Development
Model, Post Nationalist by Rowe and Racial Microaggression by Pierce within a
qualitative research framework to examine how racism particularly in the form
of racial microaggressions is represented, and how biracial children’s
struggles and strategies toward self-acceptance are depicted.
Using multimodal
discourse analysis, this research analyzes both textual and visual elements of
the selected books. The findings reveal that racism manifests in subtle yet
persistent racial microaggressions, including intrusive questioning “what
are you?”, mistaken assumptions about family relations, and invalidation
identity of biracial, which contribute to the emotional and psychological
burden faced by biracial children. At the same time, the narratives highlight
coping mechanisms and resilience strategies, such as the creation of “power
phrases” and parental affirmations, which support children in affirming
their self-worth and integrating their dual heritage. This research concludes
that African American picture books function as critical cultural tools, they
reflect the pervasive influence of systemic racism yet also serve as empowering
counter-narratives that validate biracial children’s identities and foster
self-acceptance.
Kata Kunci : critical race theory, biracial, African American picture books, racial microaggression, multimodal discourse analysis